IKA-PMII Gresik Dukung Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

0
251 views
Ilustrasi buruh

BeritaGresik.com – Banyaknya industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gresik dinilai tak berbanding lurus dengan turunnya angka pengangguran di Kota Pudak itu. Kondisi ini disorot banyak pihak.

Salah satunya yakni Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Gresik. Melalui akun resminya, IKA-PMII memberi perhatian khusus atas permasalahan pengangguran di Gresik.

Untuk itu, IKA-PMII Gresik mendukung rencana DPRD Kabupaten Gresik mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) yang nantinya memberikan penekanan pada perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

“Tingginya perkembangan industrialisasi di Gresik tidak berbanding dengan turunnya pengangguran. Untuk itu, IKA-PMII mendukung rencana Dewan mengusulkan Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal,” kata IKA-PMII Gresik.

Sebelumnya, Komisi D DPRD Kabupaten Gresik menilai, banyaknya pengangguran di Gresik sangat ironis. Terlebih kondisi itu terjadi di tengah pesatnya industrialisasi di Gresik. Karena itu, dewan mengusulkan pembentukan Perda tentang perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Dengan Perda tersebut diharapkan adanya perlindungan bagi tenaga kerj lokal. Selain itu, perusahaan yang beroperasi di wilayah Gresik nantinya juga diharapkan dapat memprioritaskan warga setempat dalam melakukan rekrutmen tenaga kerja.

Sekretaris Komisi D DPRD Gresik Sujono menyebutkan, saat ini perusahaan yang beroperasi di wilayah Gresik sekitar 1.600. Sebanyak 1.200 di antaranya perusahaan besar. Sementara di sisi lain, jumlah pengangguran di Gresik terus bertambah.

“Setiap tahun, jumlah pencari kerja di Gresik berkisar 5.000 sampai 7.500 warga. Tapi yang bisa diserap hanya sekitar 2.300 tenaga kerja saja,” ungkap Sujono, seperti dikutip laman Surya.

Minimnya serapan tenaga kerja lokal diakui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik. Salah satu faktornya, masih rendahnya kualitas SDM lokal, sehingga tenaga kerja di sejumlah perusahaan di Gresik masih didominasi pekerja dari luar.

“Untuk mengatasi itu, kami sudah menyiapkan sejumlah langkah,” kata Kabid Pelatihan Kerja Disnaker Gresik, Dyah Prasasti Saptorini, Kamis (12/1/2017).

Disnaker Gresik dikatakan akan melakukan pendataan jumlah penduduk asli Gresik mulai Januari hingga Februari. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui status warga yang sudah bekerja dan yang masih pengangguran.

Warga yang masih menganggur nantinya akan dilihat apa kendalanya. Bagi mereka yang terkendala keahlian, Disnaker Gresik bakal memberi pelatihan skil dan kopetensi. (wan)