Bupati: Penataan Kawasan Alun-alun untuk Gresik Kota Santri

0
462 views
Kawasan Alun-alun Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, bahwa tujuan dilakukan penataan kawasan Alun-alun Gresik dan pembangunan Islamic Center untuk menjadikan Gresik yang lebih religi. Itu tidak lepas dari identitas Kabupaten Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri.

Penjelasan itu disampaikan oleh Bupati Gresik menanggapi adanya aksi penolakan belakangan ini yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di Gresik terkait rencana penataan kawasan alun-alun dan pembangunan gedung Islamic Center.

“Untuk menjadikan Gresik yang religi. Karena Gresik Kota Wali dan Kota Santri adalah harga mati. Niat kami adalah ibadah, bagaimana membangun kawasan religi yang sebanyak mungkin,” kata Sambari kepada BeritaGresik.com di Kantor DPRD Gresik, Rabu (12/7/2017).

Lebih lanjut Sambari menjelaskan, bahwa penataan kawasan Alun-alun Gresik yang bernuansa religi merupakan salah satu program yang dipandang sesuai dengan janji kampanye pada saat dirinya maju dalam Pilkada Gresik beberapa tahun lalu.

Sedangkan pembanguna Islamic Center dilakukan untuk kawasan religi yang letaknya berada di luar Alun-alun Gresik, tepatnya akan dibangun di lokasi bekas Kantor Dinas Kependudukan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

“Dan hal itu juga sudah digodok oleh DPRD. Jadi yang benar itu adalah menata kawasan alun-alun, serta membangun islamic center yang letaknya akan menempati bekas gedung Catatan Sipil dan Dinas Kependudukan,” tegasnya.

Untuk itu, Sambari meminta kepada warga Gresik agar tidak risau atas penataan kawasan alun-alun dan pembangunan Islamic Center. Sebab, terangnya, semua itu dilakukan untuk kepentingan umat.

“Jadi, sebelum proyek penataan kawasan itu dilakukan, hal tersebut sudah di godok dan dianggarkan oleh DPRD,” terang sambari yang saat itu didampingi sejumlah pimpinan DPRD Kabupaten Gresik.

Tak hanya, setelah diputuskan di Dewan, rencana penataan kawasan alun-alun juga dikatakan sudah dilakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, ketua takmir Masjid Jamik, MUI Gresik, para kiai, LSM, serta mengundang budayawan di Gresik.

“Pada dasarnya mereka menyetujui. Kami pemerintah tak mau ribut kalau memang ada yang tidak setuju, yang penting situasi kondusif,” ucapnya.

Bupati dua periode itu meyakini jika suatu saat nanti masyarakat Gresik bakal setuju dengan upaya pemerintah menjadikan Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri. (amn)