Tak Tepati Janji, Warga Hentikan Proyek Pipa Gas di Kedanyang Gresik

0
170 views
Warga menghentikan paksa pengerjaan proyek pipa Pertamina Gas di Kedanyang, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Ratusan warga yang terkena dampak proyek pemasangan pipa gas sepakat menghentikan aktivitas milik Pertamina Gas di sepanjang jalan Desa Kedanyang arah Desa Banjarsari, Kabupaten Gresik, Senin (12/6/2017).

Sambil membawa poster bertulisan “Hentikan Proyek Pipanisasi Tak Berizin (Bodong)”, ratusan warga tersebut juga menuntut agar fasilitas umum yang rusak akibat pengerjaan proyek pipa di kembalikan seperti semula.

“Kami di sini hanya memfasilitasi warga dimana apa yang di janjikan pihak proyek hingga saat ini belum juga terealisasi. Dan terkait aksi demo warga menuntut itu sah sah saja dan memang itu faktanya,” ujar Novan saat dikonfermasi terkait demo itu.

Dalam aksinya, warga juga mengatakan bahwa proyek tersebut dikerjakan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai seperti apa yang disosialisasikan kepada masyarakat sebelum pengerjaan proyek berjalan.

“Pada waktu itu pihak proyek menyampaikan pipa akan ditanam di tepi jalan, kenyataannya tidak, pipa malah di tanam di tengah jalan dan itu pun terkesan asal-asalan. Cara menutupnya pun hanya memakai tanah bekas galian, kan gak bagus dan itu sangat membahayakan masyarakat di sekitar,” kata Nur Arifin saat berorasi.

Tak hanya itu, beberapa pohon pun ikut ditebang oleh pihak pelaksana proyek. Mereka dikatakan berjanji akan mengganti pohon yang ditebang, tapi sampai sekarang juga belum diganti. Anehnya, ketika salah satu warga menanyakan hal tersebut malah saling lempar.

“Jalan tersebut satu-satunya jalan alternatif yang menghubungkan antara Kedanyang dan Banjarsari untuk menguraikan ketika ada kemacetan, nyatanya pengerjaanya pun sudah menyalahi aturan dengan apa yang disampaikan kepada masyarakan,” tambahnya.

Sayangnya, Muksin, salah satu pewakilan dari proyek tersebut saat di konfermasi belum bisa menjelasan, baik tekait pemasangan pipa yang diduga tidak sesuai aturan awal maupun terkait kompensasi yang dijanjikan kepada warga setempat.

Muksin hanya mengatakan, bahwa permasalahan ini menurutnya agak lama karena tumpang tindih. Selain itu, pihaknya juga mengakuhi bahwa lamanya berurusan dengan masyarakat hingga saat ini belum terealisasi juga masalah teknis.

“Pemasalahan ini kami mengakui memang agak lama, dan nanti kita akan jelaskan semua. Soalnya disni kita hanya terima lahan, lahan kita kerjakan itu saja. Karena ini urusan teknis,” pungkas Muksin saat dikonfirmasi. (wan)