Tiga Kecamatan di Gresik Masuk Peta Rawan Longsor

0
258 views
Ilustrasi bencana longsor

BeritaGresik.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menyebutkan, sebanyak tiga Kecamatan di Kabupaten Gresik masuk di antara 50 Kecamatan yang memiliki resiko tinggi atau rawan dengan bencana longsor.

Menyikapi hal itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto langsung memerintahkan kepada seluruh pejabat terkait, mulai camat hingga kepala desa di Gresik untuk menginventarisir serta mengantisipasi titik rawan bencana yang ada di wilayahnya.

“Sebagai pemerintah kami harus selalu waspada terhadap bencana apapun. Kita harus tetap berkoordinasi antar instansi terkait apabila terjadi bencana,” kata Sambari kepada Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono, Rabu (12/4/2017).

Adapun tiga kecamatan yang masuk peta rawan bencana longsor BPBD Jawa Timur diantaranya Kecamatan Ujungpangkah, Sangkapura dan Tambak Bawean. BPBD Jatim juga menandai wilayah Gresik, Kebomas dan Panceng dengan resiko sedang.

“Sampai saat ini, di Bawean belum pernah terjadi longsor yang sampai parah. Kalaupun ada hanya longsor kecil-kecil sebatas menutup jalan. Hal itu sudah kami antisipasi dengan membangun plengsengan,” terang Sambari Halim.

Untuk wilayah lain yang ditandai warna merah yaitu Kecamatan Ujungpangkah, pihaknya mengaku terus memantau wilayah itu. Sementarta ancaman longsor sedang yang dirinci BPBD Jatim yaitu wilayah Panceng, Kebomas dan Gresik.

”Kebomas dan Gresik adalah wilayah perkotaan. Misalnya wilayah makam Sunan Giri, Sunan Prapen dan Puteri Cempo. Wilayah Giri dan sekitarnya yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas kami anggap rawan Karena tempat itu tertinggi di Gresik sementara di bawahnya atau di lereng-lerengnya banyak pemukiman,” ujarnya. (as)