Brahatan, Tradisi Ruwatan 15 Hari Jelang Ramadhan

0
136 views
Jajanan yang biasa dihidangkan saat Brahatan. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Beberapa wilayah di Gresik masih memegang kuat tradisi “Brahatan”, yakni ritual saat malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Meski ritual nisfu sya’ban dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan, tapi sangat erat kaitannya dengan bulan Ramadhan.

Hal itu seperti yang dilakukan masyarakat di Manyar, Gresik, Kamis (11/5/2017). Menjelang sore hari, warga setempat tanpak ramai membawa jajanan “Riyoyo Brahatan” di sepanjang Jalan Kiai Sahlan Manyar untuk dibawa ke musholah atau langgar.

Kemudian setelah shalat maghrib, warga mengaji yasin tiga kali. Bagi warga setempat, tradisi majlis setengah bulan sebelum puasa Ramadhan ini sudah berlangsung secara turun temurun.

Kuliner yang disajikan saat Brahatan. (Foto: BG/As)

Tradisi ini sebagai simbol ruwatan dengan membawa nasi kuning kupat, lepet apem dan jajanan khas lainnya. Jajanan apem diartikan afwan (arab) atau permohonan maaf, sedangkan kupat dan lepet simbol permohonan maaf dan saling memaafkan.

Dalam Brahatan, orang diundang untuk makan setelah melakukan digelar do’a. Pada malam itu orang tua, muda dan anak kecil kumpul di masjid atau musholah.

Setelah itu, jamaah disuguhi jamuan makan atau yang disebut “bupungan”. Disini peserta makan makanan dalam nampan besar dan peserta mengitari nampan itu makan dengan jari tangan.

Makanan itu dibawa oleh peserta dari rumah masing atau dari warga yang tidak sempat hadir dan disatukan atau dikumpulkan untuk dibagi rata oleh petugas yang biasanya mereka itu adalah ta’mir (pengurus) masjid. (AS)