Pemkab Gresik Luncurkan Aplikasi GO PLOONG Untuk Sedot Tinja

0
18 views
Pemkab Gresik melakukan soft Launching aplikasi layanan masyarakat GO PLOONG (Go Pelayanan Limbah Domestik Online Gresik). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, hari ini Jum’at (10/11/2017), Pemkab Gresik melakukan soft Launching aplikasi layanan masyarakat GO PLOONG (Go Pelayanan Limbah Domestik Online Gresik).

Sebagai Kabupaten yang telah bertekad menjadi kota smartcity. Pemkab Gresik membuat terobosan inovasi dengan meluncurkan aplikasi Go Ploong, sebuah layanan untuk masyarakat yang berbasis aplikasi dan pertama di Indonesia.

Layaknya seperti aplikasi angkutan online yang ada saat ini. Pemkab Gresik juga melayani aplikasi serupa yang dinamakan Go Ploong untuk jasa sedot limbah domestik di perumahan dan perkantoran. “Mulai saat ini, aplikasi ini sudah bisa diunduh di Play Store Android,” ujar Kepala Dinas PUTR, Bambang Isdianto.

Cara menggunakan aplikasi ini seperti ketika memesan kendaraan online. Namun operasional aplikasi milik Pemkab Gresik ini untuk melayani masyarakat saat membutuhkan jasa sedot limbah domestik rumah tangga seperti sedot tinja di septick tank.

Menurut Kepala Dinas PUTR, layanan aplikasi ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemkab Gresik mengendalikan pencemaran lingkungan. “Ini salah satu upaya untuk mempercepat penanganan pengendalian pencemaran air dan tanah. Aplikasi ini sarana untuk mempermudah komunikasi,” jelas Bambang.

Aplikasi yang terintegrasi dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK) masyarakat Gresik ini hanya melayani masyarakat di Kabupaten Gresik. “Karena terintegrasi dengan NIK, maka untuk mendaftar perlu mengunduh dulu aplikasi tersebut di play store android. kemudian mendaftar dengan memasukkan NIK. Disana ada beberapa menu pilihan,” kata Kadis PUTR kepada Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono.

Menurut Bambang, saat ini pihaknya masih mempersiapkan perda terkait operasional aplikasi tersebut. “Perda tersebut menyangkut operasional dan tarif yang akan diberlakukan ke masyarakat. Tentu saja tarif yang kami persiapkan sangat murah dibanding yang telah diberlakukan oleh swasta selama ini,” ungkapnya.

Sementara Kepala UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik Mohammad Arif Setiawan menjelaskan, saat ini pihaknya masih punya dua truk tangki penyedot. Namun, pihaknya tidak khawatir akan kewalahan karena ada 150 truk tangki milik swasta di Gresik siap diajak bekerjasama.

“Mereka sudah menyatakan siap dan mendukung, karena hal ini untuk kebaikan bersama,” tandasnya.

Sambil menunggu Perda, saat ini penggunaan aplikasi Go Ploong ini masih sebatas pada penyedotan limbah instalasi pengolahan air, limbah (ipal) komunal yang di Gresik ada 118 tersebar di 3 kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar.

Selanjutnya, limbah tersebut diolah pada instalasi pengolahan air lumpur tinja (IPLT). “Saat ini kami mampu mengolah sekitar 45 meter3 per hari. Memang ke depan ada rencana peningkatan pengolahan dengan membangun 2 IPLT baru di beberapa wilayah. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan program Go Ploong ini,” paparnya.

Ketika ditanya kapan realisasi penggunaan aplikasi ini ke masyarakat, Kepala UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik menyatakan tidak lama lagi. “Sambil menunggu Perda dan persiapan semuanya” tuturnya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono. (sdm/as)