Beraksi di Beberapa Tempat di Gresik, Maling Kosmetik Akhirnya Tertangkap

0
70 views
Terduga pencuri barang kosmetik di beberapa swalayan di Gresik tertangkap. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Alam Firmansyah, warga Pakis, Malang, Jawa Tmur, tadi pagi Minggu (10/9/2017), di tangkap satpam karena kepergok mencuri barang-barang kosmetik di koperasi milik karyawan Petrokimia di Pongangan, Manyar, Gresik.

Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa yang geram dengan ulahnya. Aksi pelaku terekam oleh CCTV yang terpasang di koperasi tersebut. Dari kamera, pelaku diketahui mengambil barang-barang di koperasi seperti sabun sampho dan rokok.

Berdasarkan keterangan Agus Siswanto, satpam koperasi K3PG, pelaku juga diketahui masuk ke koperasi dalam dua mingu terakhir ini dan berhasil lolos. Itu terekam dari CCTV di koperasi tersebut.

Kemudian, pelaku kembali masuk ke dalam koperasi tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Waktu itu koperasi baru buka sekitar pukul 08.00 WIB. Saat masuk ke koperasi, pelaku membawa tas kecil, sambil memilih-milih barang yang terdapat dalam koperasi.

Pelaku beserta barang bukti. (Foto: BG/Amn)

Pelaku juga sempat belanja beberapa barang dan membayar di kasir, tapi barang-barang yang diambil dan dimasukkan ke dalam tasnya tidak ia bayar alias dicuri. Karena itu, satpam koperasi langsung mencegat pelaku saat hendak keluar.

Saat diamankan oleh satpam, pelaku hendak menuju taksi yang di tumpangi pelaku. Berdasrakan keterangan sopir taksi, Syukron, warga asal Gresik, pelaku tadi pagi naik taksinya dari depan hotel Antariksa Surabaya dan minta diantar ke Gresik.

Setelah itu, pelaku ke terminal Bungurasih dengan perjanjian membayar Rp 300.000. Tapi pelaku menawar Rp 200.000. Di dalam taksi pelaku sempat mengaku sebagai anggota (polisi). Hanya, sopir taksi tidak merespon pengakuan penumpangnya itu.

Ketika masuk ke wilayah Gresik, pelaku minta berhenti di toko Sumatra di Jalan Panglima Sudirman. Tak lama kemudian, pelaku masuk lagi ke dalam taksi dan meminta taksi mengarah ke Jalan Pahlawan, Gresik. Saat dii Jalan Pahlawan, pelaku kembali meminta berhenti di sebuah swalayan dengan alasan belanja.

Setelah itu, pelaku berhenti di sekitar Suling, Jalan Basuki Rahmat, lalu melanjutkan perjalannya ke Sindojoyo. Penumpang taksi tersebut kembali minta berhenti di swalayan yang ada di depan rumah sakit Muhammadiyah Gresik.

Dari Jalan Sindojoyo, taksi diminta untuk mengarah ke daerah Gresik Kota Baru. Di Jalan Kalimantan depan SMPN 1 Manyar, pelaku kembali minta berhenti, dan turun dari taksi, lalu masuk ke dalam swalayan.

Setelah pelaku masuk ke dalam taksi, Syukron diminta mengarahkan taksinya ke daerah Pongangan, dan taksi diminta berhenti di depan koperasi K3PG.

Pelaku turun dari taksi dan masuk ke dalam swalayan milik koperasi karyawan Petrokimia Gresik. Syukron baru sadar kalau penumpangnya itu bermasalah setelah melihat penumpangnya di tangkap satpam karena mencuri kosmetik.

“Tadi saya jelaskan semua ke polisi dimana saja toko-toko swalayan yang di masuki oleh penumpang saya,” kata Syukron.

Akibat ulah penumpangnya itu, Syukron mengaku rugi waktu dan uang karena ongkos taksinya belum dibayar oleh penumpangnya yang saat ini di tahan di Polsek Manyar.

Iptu Yoyok P, Kanit Reskrim Polesk Manyar, menjelakan, motif yang dilakukan oleh pelaku, yakni dengan cara berpura-pura masuk toko swalayan dan membeli barang kosmetik beberapa item. “Terus tangan tersangka juga mengambil item yang lain dan langsung memasukkan ke dalam tas dan saku celananya,” kata Iptu Yoyok.

Pelaku melakukan pencurian di beberapa toko swalayan yang ada di Gresik, mulai di Jalan Pangsud, Sindojoyo, Kalimantan GKB, serta di koperasi milik K3PG ang ada di Pongangan Manyar.

Meski pelaku sempat berbelit-belit saat diintrogasi petugas, tapi berkat bantuan sopir taksi yang di tumpangi pelaku, polisi bisa melacak semua tempat swalayan yang sempat dimasuki oleh pelaku. Pelaku dijerat dengan pasal 363 dengan ancaman kurungan di atas lima tahun penjara.

Di hadapan penyidik, pelaku pencuri barang-barang kosmetik, Alam Firmansyah, warga Pakis, Malang, merengek ke polisi supaya tidak di hukum berat. Polisi masih mengembangkan hasil penyidikan, apalagi pelaku kerap berbelit saat dimintai keterangan. (amn)