Gelontorkan Rp 513 M, Gresik Raih Penghargaan PUPR 2016

0
293 views
Pemkab Gresik menerima penghargaan tingkat nasional dari Kementerian PUPR 2016. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016, Kamis (8/12/2016).

Penghargaan ini diserahkan kepada Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim melalui Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti, yang mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljon di Kementerian PUPR, Kamis malam.

Pemkab Gresik termasuk salah satu penerima penghargaan dari tujuh pemerintah kabupaten/kota serta tiga pemerintah provinsi lain yang menerima penghargaan PUPR 2016.

Anita Firmanti mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, yang dinilai berprestasi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang PUPR.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemerintahprovinsi dan pemerintah daerah yang telah menunjukan prestasi yang membanggakan, dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur PUPR dengan meraih penghargaan PUPR 2016,” ucapnya.

Menurut Wabup Gresik Moh. Qosim seperti disampaikan Kepala Bagian Humas Suyono, Pemkab Gresik menduduki peringkat pertama kategori pemerintah pabupaten di wilayah tengah Indonesia.

Sejumlah program dikatakan memberikan andil besar dalam penerimaan program ini. Di antaranya pembangunan ke PUan bidang kebinamargaan, sumber daya air, bangunan gedung, penataan pemukiman, tata ruang, penanganan limbah serta program kota tanpa kumuh (Kotaku).

“Pada program Kotaku, sampai tahun 2019 Pemkab Gresik akan menghilangkan kawasan kumuh sampai nol persen,” kata Qosim.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik Bambang Isdianto mengatakan, guna mendukung semua program Ke PUan tersebut. Pemkab Gresik mengalokasikan dana pembangunan ke PUan tahun 2016 sebesar Rp 513 miliar.

Dana itu meliputi program ke PUan, yaitu pengairan, peningkatan dan pemeliharaan jalan kabupaten, pembangunan gedung, penataan pemukiman, tata ruang, penanganan limbah serta dana Kotaku.

Suyono menambahkan, pada 2018 ada peningkatan produksi PDAM Gresik. Hal ini sesuai  dengan pasokan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) serta dari air Umbulan.

“Sehingga pada 2019 seluruh masyarakat Gresik bisa menikmati air PDAM,” imbuhnya. (sdm/as)