Khofifah Sebut Nyai Ageng Pinatih Pionir Perempuan Indonesia

0
224 views
Menteri Sosial (Mensos) Indar Parawansa. (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com –┬áMenteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebut Nyai Gede Pinatih atau yang akrab disebut Nyai Ageng Pinatih merupakan pionir perempuan Indonesia. Itu disampaikan Mensos kepada wartawan, di sela menghadiri haul atau peringatan wafatnya Nyai Gede Pinatih ke- 550 di Kabupaten Gresik, Minggu (9/7/2017).

Makam Nyai Ageng Pinatih ada di Desa Kebungson, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sampai saat ini makam Nyai Ageng Pinatih masih terus didatangi oleh para peziarah dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik.

“Hidup di era abad ke-15, Nyai Ageng Pinatih adalah saudagar kaya yang kemudian mendapat kepercayaan dari Kerjaaan Majapahit sebagai Kepala Kesyahbandaran Pelabuhan Gresik untuk menarik pajak kapal-kapal asing yang berlabuh,” kata Mensos Khofifah.

Menurut Ketua Umum Muslimat NU itu, satu hal yang perlu diteladani dari sosok Nyai Gede Pinatih. Almarhum adalah seorang santriwati yang dipandang sukses menjalani karir sebagai pengusaha.

“Keilmuannya sangat dalam di bidang agama, perekonomian dan keuangan. Sebagai pengusaha, beliau menguasai perdagangan dalam dan luar negeri. Sehingga dipercaya Kerajaan Majapahit untuk memungut bea cukai bagi pedagang yang berlabuh di Kesyahbandaran Pelabuhan Gresik,” ujarnya.

Mensos Khofifah menilai, sangat jarang perempuan Indonesia di era sekarang yang ilmu duniawi dan ukhrawinya berjalan beriringan seperti yang dimiliki Nyai Gede Pinatih.

“Beliau dulu nyantrinya ke Sunan Ampel dan Sunan Malik Ibrahim, dua wali besar yang termasuk dalam Wali Songo. Keilmuan agamanya sama kuat dengan ilmu ekonominya,” jelasnya.

Karena itu, melalui peringatan Haul Nyai Gede Pinatih ke- 550, Khofifah mengingatkan bahwa di abad ke-15, sudah ada yang merintis emansipasi wanita.

“Kalau melihat hari ini, berarti ada kemunduran dari kalangan santriwati dan perempuan Indonesia pada umumnya. Padahal di abad ke-15 Nyai Gede Pinatih sudah merintis emansipasi wanita di bidang perdagangan dan keuangan,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, harusnya hari ini perempuan di Indonesia sudah meraksasa mengelola perdagangan dan keuangan. (ant/as)