Diresmikan, Seperti Apa Wajah Baru Alun-alun Gresik?

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menandatangani prasasti peresmian penataan Alun-alun Gresik yang sudah selesai dilakukan revitalisasi. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Setelah melalui proses pembangunan revitalisasi yang dimulai sejak 2017 dan menelan biaya miliaran rupiah, Alun-alun Gresik dengan wajah baru akhirnya diremikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Sabtu (9/3/2019).

Peresmian penataan Alun-alun Gresik dilakukan bersamaan dengan hari jadi Kota Gresik ke-532. Praktis, kini Gresik memiliki alun-alun dengan konsep baru yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Selain dapat dijadikan sebagai tempat bersantai, alun-alun Gresik kini juga ditunjang dengan fasilitas kamar kecil yang terdapat pada bangunan di tengah alun-alun. Selain itu, alun-alun Gresik juga ditanami sebanyak 72 pohon kurma.

Tak hanya meresmikan alun-alun, dalam kesempatan itu, Bupati Sambari didampingi Wabup Gresik Moh. Qosim jug menandatangani prasasti peresmian proyek monumental yang lainnya.

Wajah alun-alun Gresik yang baru dilakukan penataan.

Proyek tersebut di antaranya Puskesmas Alun-alun di Jalan Pahlawan Gresik, Tugu Keris Sumelang Gandring yang ada di Perempatan Sentolang, Gedung Mall Pelayanan Publik di komplek kantor Bupati Gresik Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo Gresik.

Bupati Sambari menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar Alun-alun kota Gresik atas dukungannya selama ini.

“Khusus kepada segenap takmir dan masyarakat Masjid Jami’ Gresik kami sangat berterimakasih atas bantuan dan masukannya selama ini sehingga kami dapat menyelesaikan penataan alun-alun ini dengan baik,” kata Sambari.

Ia menyadari bahwa Alun-alun ini masih perlu menyempurnakan dan menambah kembali beberapa fasilitas lain agar lebih bagus.

“Kami perlu menambah relief-relief, mengisi relung-relung yang kosong dengan kaligrafi  agar lebih tampak indah dan artistik. Penambahan pagar-pagar pendek untuk melindungi rumput yang ditanam. Jalan untuk pengunjung difabel juga akan kami buat di sini. Intinya tahun ini bisa langsung kami sempurnakan,” ucapnya.

Alun-alun Gresik.

Sambari meminta kepada seluruh pengunjung dan masyarakat Gresik untuk terus menjaga kebersihan dan keberadaan alun-alun yang sudah dibangun ini.

“Kami tetap melarang Pedagang Kaki Lima tidak masuk arena alun-alun. Para PKL sudah kami berikan tempat diluar disekitar alun-alun. Para PKL lama sudah kami tempatkan di jalan sebelah timur dan utara,” jelasnya.

Sedangkan PKL binaan yang mendapat rombong gratis dari Perusahaan di Gresik ditempatkan di sebelah selatan depan pendopo. “Kami ngalah untuk sementara tidak masuk melalui depan pendopo, tapi lewat belakang,” ujarnya.

Sehubungan letak alun-alun yang dekat dengan masjid Jami’ Gresik dan kawasan religi makam Maulana Malik Ibrahin, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim meminta kepada pengunjung dan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai religi ditempat ini.

“Pengunjung sebaiknya memakai pakaian yang sopan. Tidak memancing kegaduhan kepada pengunjung lain. Ingat, alun-alun ini ada di depan masjid Jami’ dan dekat dengan Makam Maulana Malik Ibrahim. Dengan adanya tanaman kurma disekelilingnya, mari kita bawa suasana Madinah di Gresik,” pesan Wabup Qosim.

Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya didampingi Kabag Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban alun-alun, pihaknya akan mengerahkan 30 orang anggota Dinas Perhubungan dan 40 anggota Satpol PP Gresik. Mantan Kadis Perhubungan ini juga akan menyiapkan tenaga kesehatan yang akan berjaga setiap hari.

Di kesempatan itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Sutrisno menyempatkan berkeliling dan menaiki tangga serta berjalan di walking area bagian atas. Tampak beberapa pengunjung tengah menikmati suasana keindahan alun-alun tersebut sambil berswafoto.

“Sekarang saya bangga jadi orang Gresik, karena tidak dibully lagi sama teman yang ada di luar kota. Sekarang saya bisa menunjukkan ke teman saya tersebut kalau alun-alun Gresik sudah jadi dan lebih indah dari yang ada di kota teman saya,” ujar seorang nenek Pri Sriwahyuni (71) asal Tratee Gresik. (sdm/as)

No Response