Kepala Puskesmas Tambak Bawean Dituntut Mundur

0
840 views
Warga bersama LSM dan mahasiswa di Bawean Gresik menuntut kepala Puskesmas Tambak diganti. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Warga Bawean beserta LSM dan mahasiswa menggelar aksi demo menuntut mundur kepala Puskesmas Tambak Bawean, Gresik, Kamis (8/12/2016). Aksi ini terkait adanya dugaan penyimpangan dana bantuan kesehatan.

Selain menyoal dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Kesehata (BOK) tahun 2016, para pendemo juga menyoroti pelayanan Puskesmas Tambak yang selama ini masih dinilai jauh dari harapan.

Salah seorang peserta aksi, Musfir, dalam orasinya menilai, pelayanan Puskesmas Tambak sangat buruk dan tidak ditunjang ketersediaan obat yang memadai. Hal ini dirasa merugikan warga, terutama pasien.

Baca Juga:

Musfir mencontohkan model pelayanan di Puskesmas Tambak yang dianggap merugikan pasien. “Misalnya, pasien tidak boleh membeli obat ke luar sekalipun obat di puskesmas tidak tersedia,” jelasnya.

Guntur, salah satu mahasiswa Bawean meminta agar Kepala Puskesmas Tambak segera mundur atau diganti. Menurut dia, berbagai masalah yang terjadi hanya bisa diselesaikan dengan mengganti kepala puskesmas Tambak yang ada sekarang.

“Kepala puskesmas Tambak harus segera diganti, tidak bisa selesai persoalan puskesmas Tambak kalau tetap dipimpin oleh orang yang seperti ini,” celetuk Guntur salah satu mahasiswa Bawean.

Dalam kesempatan itu, massa meminta agar Kepala Puskesmas Tambak bersedia menemui para pendemo guna memberikan menjelaskan terkait adanya dugaan penyimpangan dana BOK tahun 2016.

Namun kepala puskesmas menolak untuk menemui semua peserta aksi demo. Kepala puskesmas meminta cukup 3 orang perwakilan untuk masuk keruangannya.

“Silahkan satu dari masyarakat, satu dari mahasiswa dan datu LSM serta media, sudah saya siapkan ruangan di atas untuk kita berdiskusi,” pinta Kepala Puskesmas Tambak drg Siti Azizah.

Namun permintaan itu ditolak oleh massa, mereka meminta agar kepala puskesmas menjelaskan permasalahan yang terjadi di Puskesmas Tambak di depan peserta aksi.

Tidak ada titik temu saat bernegosiasi, massa akhirnya memilih membubarkan diri menuju pendopo kantor Kecamatan Tambak untuk meminta dukungan terkait tuntutannya ke Puskesmas Tambak. (abr)