Prihatin Gaji Guru Madrasah di Bawean, Kabista Gagas Gerakan Peduli Guru

0
36 views
Penyerahan bantuan di MDU Ihyaulumuddin Tanjungori. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pendapatan guru madrasah diniyah (madin) dan ustaz di pondok pesantren yang ada di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik masih jauh dari kata layak. Peran mereka srlama ini kurang diapresiasi pemerintah pusat maupun daerah.

Karena itu, Komunitas Berbagi Sesama Tanjungori (Kabista) di Bawean Gresik yang konsen pada permasalahan sosial menggagas gerakan peduli guru. Gerakan ini berangkat dari keprihatinan terhadap gaji guru madrasah diniyah di dusun Tanjungori.

Inisiator Kabista Akhmad Fatah Yasin mengatakan, gerakan sosial bertajuk “Gerakan Peduli Guru” ini digagas setelah pihaknya mendapat dukungan dari tokoh masyarakat dan pemuda Tanjungori. Gerakan ini untuk membantu guru madrasah yang berpendapatan rendah.

Penyerahan bantuan di MINU 33 Tanjungori. (Foto: BG/As)

Menurut pria yang akrab disapa Afys, rendahnya gaji guru madrasah di Tanjungori tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi warga setempat yang sudah relatif mapan. Dia menilai, ada ketimpangan ekonomi yang perlu mendapat perhatian semua pihak.

“Walau bagaimanapun guru adalah pendidik anak-anak kita, sangat berperan terhadapa tumbuh kembang dan masa depan anak cucu kita. Oleh karenanya, perlu kita perhatikan,” ujar Afys kepada BeritaGresik.com, Mingu (8/10/2017).

Lebih lanjut Afys menjelaskan, gerakan yang dilakukan komunitas yang didirikan pada 24 Agustus 2017 ini berupa penggalangan dana, terutama dari warga Tanjungori yang tinggal di Pulau Bawean maupun yang ada di luar Bawean.

Selanjutnya, terang suami dari Yulinda Nahwi ini, dana sumbangan yang terkumpul akan diberikan kepada guru madrasah. Besaran bantuan akan disesuaikan dengn jumlah jam mengajar dan jumlah guru yang diberi bantuan.

 

Pada tahap pertama, Kabista telah berhasil mengumpulkan sejumlah dana yang sudah diberikan kepada guru-guru madrasah. Sebanyak Rp 1.250.000 diberikan kepada 10 guru madrsah diniyah dan Rp 1000.000 untuk 4 orang guru madrasah ibtidaiyah.

Afys berharap ke depan semakin banyak donatur yang berpartisipasi dalam gerakan peduli guru, sehingga banyak yang bisa dibantu. “Nantinya tidak hanya guru madrasah, guru TK juga akan dibantu bahkan masalah sosial yang lain,” ucapnya.

Selain itu, ia juga berharap warga dusun Tanjungori bersatu, guyub dan rukun dalam menebar kebaikan untuk sesama. “Dibalik rizki kita ada hak orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Insya Allah dan mudah-mudahan ini dijadikan amal kebaikan dan dibalas oleh Allah,” pungkasnya. (as)