Polsek Driyorejo Ringkus Sindikat Pengedar Sabu

0
41 views
Polsek Driyorejo menunjukkan tersangka kasus narkoba berinisial EBS beserta barang bukti. (Foto: Humas Polres Gresik)

BeritaGresik.com – Hanya berselang beberapa hari sejak mengungkap kasus peredaran narkoba, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Driyorejo, Gresik kembali menangkap seorang pelaku pengedar barang haram narkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka diketahui berinisial EBS. Pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1972 itu diringkus tim Buser di tempat tinggalnya, di Jalan Pancawarna 16 Perum KBD, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, akhir pekan lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Humas Polres Gresik yang diunggah di situs resminya, penangkapan terhadap tersangka EBS berawal dari informasi warha. Dari situ, Tim Buser pun melakukan pengintaian terhadap si pelaku selama dua minggu.

Pengintaian ini cukup memakan waktu lama, karena pelaku sangat rapi dalam menjalankan aksinya. Kendati begitu, Tim Buser Polsek Driyorejo yang dikomandoi Kanit Reskrim Polsek Driyorejo Iptu Nur Sugeng mampu mengendus gerak-gerik si pelaku.

Sehingga pada Sabtu (5/8/2017), polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku. Tim buser juga menggeledah tempat tinggal tersangka EBS. Dari penggeledahan itu ditemukan narkoba jenis shabu yang diletakkan dalam ember berisi beras.

Barang haram milik pelaku didapati dalam kotak hitam yang berisi 16 poket narkoba jenis sabu siap edar. Untuk menghindari dugaan rekayasa, penggeledahan saat itu disaksikan oleh salah satu warga di sekitar tempat kejadian perkara berinisial GS.

“Kita berhasil menyita barang bukti 16 poket sabu-sabu yang ditimbang beserta bungkusnya seberat 6,90 gram, uang tunai Rp 410.000, 1 pipa kaca, 1 sedotan plastik, kotak hitam tempat menyimpan narkoba jenis sabu, dan 1 korek api,” tulisnya.

Guna mempertanggung perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolsek Driyorejo untuk dilakukan pengembangan jaringan narkoba. Tesangka dikenakan pasal 114 dengan ancaman paling sedikit 5 tahun penjara, dan paling lama 20 tahun penjara. (as)