Bupati Gresik-USAID Teken MoU Program Layanan Air Bersih

0
19 views
Penandatanganan MoU Antara Bupati Gresik dengan pihak Usaid USAID IUWASH PLUS di Kantor Bupati Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerja sama program layanan air minum, sanitasi dan higiene dengan United States Agency for International Development Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (USAID IUWASH PLUS).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan pihak USAID Alifah Lestari, di Kantor Bupati Gresik, Senin (7/8/2017).

Kerja sama ini dilakukan dalam rangka percepatan pencapaian target akses Universal 2019 dan Sustainable Development Goal (SDG) 2030 terkait akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan sarana sanitasi yang layak.

Penandatanganan tersebut juga disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Hamid dan Perwakilan dari Bapenas Eko Wiji Puewanto, serta Sekda Gresik beserta seluruh Kepala Organisasi perangkat daerah (OPD) se Kabupaten Gresik.

Terkait kerja sama ini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan, pihaknya mendukung percepatan pengadaan seratus persen air bersih bagi masyarakat, penghilangan kawasan kumuh sampai nol persen dan seratus persen sanitasi.

“Sampai saat ini saya masih belum percaya data tentang cakupan air minum sudah mencapai 55,00%, jaringan perpipaan 46,42% dan bukan jaringan perpipaan yang terlindungi 8,58 %; sedangkan cakupan sanitasi layak sebesar 83,62.%, akses sanitasi dasar sebesar 13,18 % dan BABS sebesar 3,30 %. Yang penting kita selalu berkomitmen untuk selalu memperbaiki,” kata Sambari.

Lebih lanjut Sambari menjelaskan, kegiatan Visioning Workshop dan penandatanganan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif serta pihak USAID IUWASH PLUS itu untuk mewujudkan perbaikan sektor air minum dan sanitasi sekaligus mencapai target yang telah ditetapkan bersama.

Kepala Bapeda Gresik, Tugas Husni Syarwanto mengatakan, pencapaian akses universal 100-0-100 pada 2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030 merupakan komitmen bersama. Hal ini sesuai program Kotaku Pemkab Gresik yang dicanangkan pada 2016 silam.

“Dengan kesepahaman ini semoga bisa saling mendung dalam percepatan seratus nol serratus,” kata Husni.

Menurut dia, sampai sejauh ini dukungan pendanaan dari APBD untuk sanitasi-sub sektor air limbah domestik masih kurang dan perlu ditingkatkan untuk mewujudkan perbaikan sektor air minum dan sanitasi.

“Kerjasama dengan pihak USAID ini sangat dibutuhkan untuk percepatan program seratus nol seratus seperti tujuan program kotaku,” ucapnya.

Sementara itu, DCOP USAID IUWASH PLUS, Alifah Lestari menambahkan, program USAID IUWASH PLUS akan berkontribusi membantu pemerintah Indonesia dalam mencapai target Akses Universial pada tahun 2019 dan Sustainable Development Goals (SDG) pada 2030 mendatang.

“Melalui Program IUWASH yang lalu, Pemerintah Kabupaten Gresik telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam pelaksanaan program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Upaya ini diharapkan agar terus dilanjutkan,” imbuh Lestari. (as)