Gerayangi Tubuh Pasien, Dukun Cabul Diringkus Keluarga Korban

0
664 views
Ilustrasi
Ilustrasi

BeritaGresik.com – Al Akbar (70), warga asal Desa Diponggo, Kecamatan Tambak Bawean, Gresik ditangkap keluarga korban di Dusun Glagga, Panglegur, Tlanakan, Pamekasan Madura, Senin (5/12/2016).

Akbar diduga mencabuli pasien wanita yang akan diobatinya. Saat akan ditangkap, kakek lima cucu itu berusaha untuk kabur. Namun sebelum pergi jauh, warga dan keluarga pasien berhasil meringkusnya.

Keluarga pasien kemudian melaporkan pelaku ke Polsek Tlanakan. Sementara korban, Sri Hamizah (41),  terlihat syok dan menuntut pelaku agar dihukum berat.

Kasus pencabulan itu dilimpahkan ke Polres Pamekasan. Disinyalir korban pencabulan Akbar bukan cuma Hamizah. Namun, sejauh ini kasus pencabulan itu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sri Hamizah kerap sakit sakitan. Lalu, korban mendengar dari tetangganya jika ada dukun yang bisa mengobati penyakitnya.

Dari informasi yang diperoleh, korban pun mengundang pelaku untuk mengobati penyakitnya. Saat itu pelaku pencabulan ditemui oleh korban bersama ayahnya.

Korban menceritakan perihal penyakitnya kepada pelaku. Lalu korban diminta masuk kamar dan berbaring di tempat tidur. Ayah korban pergi ke toko membeli obat-obatan. Lalu, ibu korban salat di kamar sebelah.

Awalnya pelaku hanya memijat tangan dan kaki korban. Setelah itu, pelaku mulai meraba tubuh korban hingga ke bagian sensitif. Pelaku bilang jika tindakannya itu untuk menghilangkan penyakit korban.

Pelaku terus menjalankan aksinya hingga menggerayangi seluruh tubuh korban. Korban pun akhirnya memberontak dan minta dihentikan. Pelaku semakin bernafsu hingga korban berteriak minta tolong.

Ibu korban langsung menghampiri kamar korban. Seketika itu, pelaku meninggalkan kamar dan berusaha melarikan diri. Namun, sejumlah tetangga korban mengejar pelaku dan menangkapnya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto mengatakan, hingga kini petugas masih meminta keterangan pelaku yang diduga mencabuli korban.

“Pelaku berbuat cabul terhadap korban, dengan memanfaatkan situasi saat di rumah hanya ada korban dan ibunya. Dan bisa jadi ada korban lain yang mengalami seperti korban,” kata AKP Bambang. (zr)