AMP Extension page

Emil Ajak Alumnus Universitas Gresik Ikut Bangun Jatim

Wakil Gubernur Jawa Timur Terpilih Emil Elistianto Dardak saat orasi ilmiah di Wisuda S1 XXVII dan S2 VIII Universitas Gresik (Unigres). (Foto: Humas Unigres)

BeritaGresik.com – Peran partisipasi sarjana dan magister di Jawa Timur dinilai sangat penting untuk menghadapi era globalisasi, karena persaingan di segala aspek kehidupan makin meningkat. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya menghadapi persaingan personal, tapi juga skill dan kompetensi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Terpilih Emil Elistianto Dardak saat orasi ilmiah bertajuk  “Kebhinekaan Unigres dalam Membangun Generasi yang Tangguh dan Inovatif” dalam rangka Wisuda S1 XXVII dan S2 VIII Universitas Gresik (Unigres) di Gedung Graha Petrokimia Gresik, Sabtu, (6/10/2018).

Hadir dalam kesempatan itu bupati dari  wilayah Gerbangkertosusilo yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerjot, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. Kemudian, civitas akademik, 284 lulusan, para orang tua dan undangan lainnya.

“Nyari kerja sekarang susah. Jangan salahkan sarjana dan magister tapi salahkan peluang kerja,” kata Emil.

Dengan kondisi demikian, lanjut Bupati Trenggalek itu, lulusan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Unigres, harus memiliki kreativitas sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Menurut pria yang menjadi wakil Asia pada pertemuan 39 kepala daerah di Amerika itu, lulusan sekarang sudah harus melek dengan persaingan global dan teknologi. Bahkan, seluruh negara di Asean juga tidak mau ketinggalan.

“Lihat Vietnam saja. Mungkin kita melihat negara ini tidak ada apa-apanya dengan Indonesia. Padahal, berbagai teknologi sudah berkembang di sana. Contoh kecil, mereka sudah mengembangkan benih lobster,” ungkap pria yang pada usia 22 tahun lulus S3 di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Dengan kondisi seperti sekarang, Emil yang pernah menjabat World Bank Officer dan Media Analysis Consultant di Ogilvy  berharap wisudawan Unigres mengerti seluruh bidang karena profesi single atau monolitik di era sekarang tidak diperlukan lagi.

“Dunia terus bergerak, lulusan harus dapat bersaing bukan dengan personal tapi harus global,” terang pria yang pernah menjabat Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Dalam kesempatan itu, Emil juga berharap alumnus Unigres bisa turut bergabung dalam membangun Jawa Timur. Ia melihat potensi Jawa Timur yang cukup besar berada di wilayah Gerbangkertasusila.

Menurut dia, pembangunan suatu kota tidak dapat terlepas dari pembangunan wilayah sekitarnyanya. “Prosperous cities make prosperous regions, dan sebaliknya,” kata Emil.

Pertumbuhan ekonomi satu kota akan memacu pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. Intensitas keterkaitan kota dengan wilayah sekitarnya dipengaruhi oleh adanya kesamaan lingkungan ekosistem dan topografi, infrastruktur, aliran barang dan jasa, aktivitas ekonomi, dan sebagainya.

Dia juga mengatakan bahwa, pengelolaan kawasan megapolitan harus terintegrasi. “Saya tidak mau seperti Jabodetabek, yang mulanya ingin membangun megapolitan. Seluruh pusat perekonomian berpusat di Jakarta, akhirnya wilayah sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang belum terintegrasi. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai dibuka tol dari Depok ke Bekasi, dan dampaknya wilayah mereka mulai berkembang,” jelas dia.

Di Jawa Timur juga demikian. Gerbangkertosusilo bakal menjadi megapolitan dan mendukung perekonomian Jatim, bahkan Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unigres, Prof Dr H Sukiyat SH MSi berharap  wisudawan bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan di Unigres.

“Kami yakin dan percaya bahawa saudara akan berupaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan saudara demi menjaga nama baik almamater saudara,” kata Sukiyat kepada wisudawan. (unigres/as)

No Response