Ansor Gresik Desak Kasus Pengibar Bendera Diduga HTI Diusut Tuntas

Ratusan massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar unjuk rasa ke kantor Polres Gresik, Jumat (6/9/2019). (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Ratusan massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar unjuk rasa ke kantor Polres Gresik, Jumat (6/9/2019). Mereka mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengibaran bendera diduga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beberapa waktu lalu.

Ketua PC Ansor Kabupaten Gresik Agus Junaidi menyesalkan keberadaan organisasi HTI yang sudah dibubarkan negara, karena ditengarai berupaya mendirikan negara khilafah di Tanah Air.

Menurut dia, adanya kasus pengibaran bendera diduga milik organisasi HTI merupakan pelanggaran berat dan bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, dia mendesak agar pelakunya hukum berat.

“Mereka harus bertanggungjawab, jangan dibiarkan lepas. Walaupun beraneka ragam suku dan budaya, tapi kita tetap satu yaitu NKRI,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa dari GP Ansor Gresik diikuti sekitar 150 orang. Selain di Mapolres Gresik, aksi demonstrasi ini juga digelar di kantor DPRD Kabupaten Gresik dan di halaman Kantor Bupati Gresik.

Dari Mapolres Gresik, massa GP Ansor bergerak ke kantor DPRD Gresik. Di sana pengunjuk rasa ditemui oleh ketua DPRD Abd. Qodir beserta wakil DPRD Gresik.

Dalam kesempatan itu, DPRD Gresik dikatakan mendukung dan mengawal dibubarkannya kelompok organisasi yang mengganggu keutuhan NKRI.

Usai ditemui Kapolres Gresik dan Ketua DPRD Gresik, massa GP Ansor bergeser ke Kantor Bupati Gresik. Saat itu, mereka ditemui oleh sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (as)

No Response