Jebol Kantor Bupati Gresik, Tujuh Pendemo Ditangkap Polisi

0
55 views
Para peserta aksi demo saat membakar ban dan polisi berupaya untuk memadamkan api. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Aksi demo penolakan atas pembangunan pembangunan Alun-alun Gresik di Kantor Bupati Gresik berakhir ricuh. Sebanyak tujuh orang peserta demo ditangkap polisi karena diduga melakulan pengrusakan┬ápintu gerbang kantor Pemkab Gresik.

Aksi demo yang digelar di Kantor Pemkab Gresik pada Selasa petang (5/9/2017), dilakukan puluhan massa dari perwakilan pedagang kaki lima, yang direlokasi ke Jalan Notoprayitno, Gresik. Mereka sebelumnya berjualan di Alun-alun Gresik.

Saat itu, para pendemo sempat menjebol pintu gerbang sebelum masuk ke halaman kantor Pemkab Gresik. Bahkan, pintu gerbang yang roboh sempat melukai beberapa anggota Satpol PP dan anggota polisi yang saat itu menjaga pendemo.

Kericuhan mulai terjadi ketika pendemo memaksa masuk ke halaman Kantor Bupati. Sementara itu, petugas Satpol PP dan aparat polisi yang terluka akibat kericuhan pada waktu itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk dirawat.

Para pendemo di dalam sel tahanan Polres Gresik. (Foto: Istimewa)

Petugas Satpol PP yang mengalami luka antara lain Saifullah (33) luka memar, Kasiop Satpol PP Jonter Simanjuntak luka robek pada bagian kaki, Edi Purwanto luka lecet dan Achamr Fathoni (20) luka memar. Selain itu, Bripda Gigih Prayogo, anggota dalmas Polres Gresik alami luka memar.

Ketika bisa lolos masuk ke bagian halaman Kantor Bupati Gresik, ternyata pendemo tidak hanya melakukan orasi memprotes pembangunan Alun-alun Gresik, yang saat ini proses pembangunan sudah dimulai.

Para pendemo membakar ban bekas yang telah di siapkan sebelumnya. Kemudian, polisi berusaha mematikan api. Bentrokan pun kembali terjadi. Setelah itu, polisi langsung menangkap para pendemo yang diduga pelaku pengrusakan dan provokator aksi.

Tak terima rekannya di tahan, puluhan massa sempat mendatangi kantor Polres Gresik hingga pukul 23.00 WIB. Namun, polisi tetap menahan mereka. Polisi meminta massa membubarkan diri dan minta datang besok jika ingin audensi.

Tujuh orang yang di tangkap polisi masing masing adalah Imam Fajar (23) pedagang kaki lima, Muhammad Suriyadi (23) PKL, Rizki Siswanto (22) PMII, Ali Sibro Muhlisin (22) PMII, Andre (23) PMII, Abdul Wahab (43) MGPK, Kris Aji AW budayawan. (amn)