Petrokimia Gresik Dukung Pemenuhan Tenaga Kerja Terampil

0
87 views
Petrokimia Gresik serahkan bantuan peralatan workshop pengelasan kepada SMK PGRI 1 Gresik, Senin (6/3/2017). (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – PT Petrokimia Gresik (PG) mendukung upaya pemerintah dalam mencetak tenaga kerja terampil guna memenuhi kebutuhan industri. Komitmen itu diwujudkan dengan pemberian bantuan peralatan workshop pengelasan kepada SMK PGRI 1 Gresik, Senin (6/3/2017).

Peralatan pengelasan tersebut meliputi 1 unit diesel genset, 8 unit welding trafo machine, 4 unit cutting grind machine, 8 unit hand grind machine, 100 meter roll cable dan 5 unit avron. Bantuan ini bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Direktur SDM & Umum PG Rahmad Pribadi megatakan, pemberian bantuan ini sebagai tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) RI No. 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia pada September 2016.

“Inpres ini kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU lima menteri di Jakarta pada November 2016. Salah satu poin MoU adalah bahwa pihak industri menyediakan workshop dan infrastruktur pendukung bagi pendidikan kejuruan,” ujar Rahmad Pribadi usai penyerahan bantuan.

lima menteri yang menandatangani MoU tersebut di antaranya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Tenaga Keria (Menaker) Hanif Dakhiri.

Kemudian, ada Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Rini Soemarno. PG selanjutnya bekerjasama dengan tujuh SMK di Provinsi Jawa Timur sebagai wujud tindak lanjut atas MoU lima menteri tersebut.

Ketujuh SMK ini di antaranya SMK PGRI 1 Gresik, SMK YASMU Manyar Gresik, SMK Negeri 1 Cerme Gresik, SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik, SMK Negeri 3 Surabaya, SMK Negeri 2 Bojonegoro dan SMK Negeri 1 Sidoarjo.

Adapun poin utama adalah PG memfasilitasi praktek kerja lapangan atau kerjasama menyediakan tenaga pembimbing magang bagi 150 siswa dan 50 guru SMK.

Dengan menyediakan guru pembimbing praktek sebanyak 150 orang, dilakukan uji sertifikasi kompetensi dan mengeluarkan sertifikat praktek magang, menyediakan fasilitas praktek, serta memfasilitasi tempat uji kompetensi (TUK).

Peserta praktek kerja lapangan (siswa dan guru SMK) ini berasal dari 6 Program Studi (Prodi), yaitu Listrik, Instrument/Otomasi Industri, Kimia Analisis, Kimia Industri, Perbengkelan, Pemesinan, dan Mekanik.

Peserta akan ditempatkan di sejumlah unit kerja di PG, antara lain di bagian Mekanik, Listrik, Instrument, Bengkel dan Laboratorium. “Kami harap kerjasama ini akan menghasilkan tenaga keria terampil dan profesional yang siap diserap oleh sektor industri,” pungkas Rahmad. (wan)