Rindu Salman Kepada Nenek di Bawean Terhalang Cuaca Buruk

0
1,093 views
Salman, warga Malaysia keturunan Bawean bersama adiknya saat mendengarkan penjelasan dari petugas kapal Gili Iyang di Pelabuhan Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 4 meter membuat sejumlah penumpang tujuan Pulau Bawean tertahan di Pelabuhan Gresik. Beberapa kapal reguler yang biasanya melayani jalur penyeberangan tujuan Pulau Bawean tidak beroperasi.

Akibatnya, banyak penumpang yang bertahan di sejumlah penginapan di sekitar pelabuhan Gresik. Ketidakpastian keberangkatan membuat penumpang bingung. Sebagian penumpang mencoba menemui petugas Syahbandar di Pelabuhan Gresik menanyakan keberangkatan kapal.

“Cuaca buruk tak ada kapal, kapan bisa sampai Boyan (Bawean) untuk ketemu nenek,” gerutu Salman Bin Sulaiman, warga Malaysia keturunan Dusun Padang Jambu, Desa Teluk Jatidawang, Tambak, Bawean, saat berada di Pelabuhan Gresik, Senin sore (6/2/2016).

Perahu nelayan terombang ambing gelombang di Pelabuhan Gresik. (Foto; BG/Amn)

Saat itu, Salman bersama seorang saudaranya sengaja setiap sore melihat kapal-kapal yang sandar di Pelabuhan Gresik. Ia bersama lima orang saudaranya sudah berada di Gresik sejak empat hari lalu. Dia mengaku ingin sekali ke Bawean karena neneknya masih ada di sana.

Di pelabuhan, dia bertemu dengan Zhulharmansyah, petugas kapal Gili Iyang. Namun, harapan Salman bisa segera bertemu neneknya semakin pupus, setelah mendapat informasi bahwa kapal yang melayani peyeberangan Gresik-Bawean tak bisa beroperasi karena cuaca masih buruk.

Bahkan untuk hari ini, gelombang di laut Jawa mencapai 4 meter. Kondisi itu diperkirakan akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Salman yang didampingi adik perempuannya hanya bisa terdiam menatap perahu-perahu yang terombang ambing gelombang di Pelabuhan Gresik.

“Ya mau apalagi kalau memang cuaca buruk,” kata Salman saat mendengarkan penjelasan dari salah seorang petugas kapal Gili Iyang di Pelabuhan Gresik.

Di sisi lain, penerbangan pesawat dari Bandara Internasional Juanda ke Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean hingga kini tak kunjung ada kejelasan sampai kapan penerbagan tersebut kembali beroperasi. Situasi ini semakin memupuskan harapan warga yang hendak ke Pulau Bawean.

Sementara itu, Samwil, anggota DPRD Provinsi Jatim dari dapil Gresik dan Lamongan menekankan agar pemerintah segera mencarikan solusi sehingga penerbangan bisa segera beroperasi. “Apalagi tujuan utama dari adanya penerbangan ini supaya bisa menjadi solusi saat terjadi cuaca buruk seperti sekarang ini,” kata politisi kelahiran Bawean ini. (amn)