Pembangunan Tanggul Kali Lamong Terkendala Pembebasan Lahan

0
274 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat membagikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Cerme. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Pembangungan tanggul di sisi kanan dan kiri sungai Kali Lamong dianggap sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Gresik selatan. Namun, sampai saat ini pembangunan tanggul masih terkendala masalah pembebasan lahan.

Kendala itu diakui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat meninjau lokasi banjir sekaligus membagikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Minggu pagi (5/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Sambari meminta maaf kepada warga yang terkena banjir karena upaya perbaikan belum tuntas hingga 100%. “Namun pemerintah selalu berusaha maksimal melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah banjir ini,” ujarnya.

Terkait belum adanya tanggul di sisi kiri dan kanan Kali Lamong, Sambari mengaku jika pihaknya sudah berupaya keras untuk membebaskan lahan. Tapi, lahan tersebut sudah banyak di kuasai oleh maklar tanah, sehingga pemkab tidak bisa menebus harga yang diminta karena sangat tinggi.

Bambang, warga desa Pandu, Kecamatan Cerme, berharap pemerintah bisa segera merealisasikan pembanguban tanggul di sepanjang Kali Lamong wilayah Gresik, supaya banjir tidak terus terjadi di desanya.

Terpisah, Nur Saidah, Wakil Ketua DPRD Gresik meminta Bupati Gresik untuk segera melakukan pembebasan lahan di pinggir Kali Lamong dengan mendekati warga yang punya tanah. “Sebab, sudah lama hal itu belum bisa tuntas,” kata Nur Saidah.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gresik sampai Minggu sore (5/2/2017), mencatat ada 999 rumah warga yang tergenag banjir. Jumlah itu tersebar di enam desa di Kecamatan Cerme dan satu desa di Menganti.

“Rumah warga yang paling banyak tergenang yakni di desa Morowudi, terdapat 454 rumah dan desa Iker Iker Cerme ada 310 yang tergenang dengan ketinggian maksimal 110 cm,” kata Ketua BPBD Gresik Abu Hasan. (amn)