Netizen Bawean Soroti Biaya Over Bagasi Kapal Express Bahari

Calon penumpang dan barang bawaan saat hendak naik ke kapal di Pelabuhan Gresik. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Pengenaan biaya kelebihan barang bawaan penumpang (over bagasi) yang diterapkan kapal penumpang Express Bahari belakangan ini tengah mendapat sorotan dari para netizen Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Para netizen mengeluhkan tidak adanya timbangan over bagasi untuk barang bawaan penumpang. Akibatnya, petugas kapal menarik bayaran terhadap barang bawaan penumpang tanpa timbangan.

Keluh kesah itu disampaikan warganet lewat postingan di grup Facebook Suara Bawean. Dalam grup itu, akun Facebook Poetrie Boyan bertanya soal biaya barang penumpang untuk kapal Bahari.

“Mohon pencerahannya kawan, kalau naik kpl bahari biasanya tarif barang berapa perkilonya, dan berapa kilo yg free…,” tulisnya yang disertai foto kapal penumpang Express Bahari BE.

Postingan Poetroe Boyan di Grup Facebook Suara Bawean. (Foto: Istimewa)

Postingan itu rupanya mendapat respon beragam dari para nitezen. Akun Wienda menilai, kebijakan mengenakan biaya barang bawaan tanpa timbangan over bagasi merugikan penumpang. Ia berharap pihak terkait menyikapinya.

“Masalah ini yg sdh lama dirasakan kurang memihak pada penumpang, penumpang selalu durugikan, semoga pihak terkait segera bertindak,” tulis Wienda.

Permasalahan tersrbut rupanya juga mendapat perhatian dari akun Facebook Endah Polres Gresik yang diminta oleh netizen guna mengonfirmasi pengenaan biaya barang bawaan penumpang kepada manajemen Express Bahari.

“Terimakasih sudah tag akun resmi polres gresik… Mohon waktu, kami akan konfirmasikan ke pihak yg terkait,” tulis Endah Polres Gresik.

Tidak berselang lama kemudian, akun tersebut menyampaikan komentar yang diakuinya sebagai hasil konformasi kepada pihak manajemen kapal Bahari.

“Terima kasih sudah tag akun resmi polsek kawasan pelabuhan…setelah kami konfirmasi ke Management Ekspres Bahari maka ini keterangan yang dapat kami sampaikan…,” tulisnya.

Ini penjelasan dari Reven Syah Putra S.E selaku Kepala Cabang PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur:

Kapal Ekspres Bahari itu merupakan kapal penumpang, bukan kapal barang dengan ketentuan dari pihak Ekspres Bahari yaitu :
1. Tiap penumpang ditentukan barang bawaan tidak lebih dari 20 kg.
2. Barang bawaan yang lebuh dari 20 kg dikenakan cas per kardus sebesar Rp 20.000.
3. Besaran cas Rp 20.000 tersebut sudah ditentukan oleh management Ekspres Bahari dan setiap pembayaran cas barang bawaan mendapat tanda terima pembayaran sehingga tidak benar kalau disebut pungli.
4. Barang bawaan dalam bentuk tas/ koper tidak dikenakan cas
5. Barang barang yang bisa diangkut kapal Ekspres Bahari merupakan barang bawaan yang masih dalam batas toleransi sepanjang tidak mengganggu lalulintas penumpang didalam kapal dan itu juga masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan oleh pihak Syahbandar Gresik.

Demikian penjelasan kami dari Polsek Kawasan pelabuhan apabila masih ada yang perlu ditanyakan silahkan datang langsung kekantor kami di Polsek Kawasan Pelabuhan Gresik atau langsung ke kantor Cabang PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur Jalan Pahlawan No 38 Gresik. Terima kasih.

Redaksi BeritaGresik.com sendiri sempat mencoba mengonfirmasi persoalan biaya over bagasi kepada pihak manajemen kapal, namun sampai saat ini belum juga mendapat tanggapan.

Hingga saat ini, Minggu (6/1/2019), postiangan Potrie Boyan mendapat 337 komentar dan 8 kali dibagikan. (abr)

No Response