Camat Manyar Gresik Hentikan Paksa Proyek Pipa Gas

0
166 views
Camat Manyar Abdul Hakam saat menutup paksa aktivitas proyek pemasangan pipa gas di Jalan Raya Manyar, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Camat Manyar Abdul Hakam menutup paksa aktivitas proyek pemasangan pipa gas yang di kerjakan oleh PT. Arandra Citra Mandiri di sepanjang jalur Pantura, Jalan Raya Manyar Kabupaten Gresik, Kamis, (5/10/2017).

Penghentian paksa itu dilakukan Camat Manyar lantaran proyek penanaman pipa gas kerap diprotes warga. Bahkan, ia mengaku selama ini pihaknya sering diwaduli warga terkait proyek tersebut, baik secara langsung maupun lewat telephon.

“Saya ini hampir setiap menit ditelpon warga, belum lagi yang mengadu secara langsung. Sedangkan saya sendiri sebagai Camat belum pernah diajak ngomong maupun koordinasi terkait proyek ini.” Kata Hakam saat menghentikan proyek itu.

Hakam menduga banyaknya aduan yang masuk terhadap dirinya karena sampai saat ini warga di sekitar lokasi masih merasa trauma dengan kejadian jalan rusak yang ditimbulkan proyek penggalian.

“Saya menyadari warga ini masih trauma terkait rusaknya jalan tempo dulu, salah satu faktornya proyek penanaman pipa. Ini jangan sampai terulang kembali, warga terlalu frontal melakukan aksi-aksi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, H Syafak, yang rumah dan tokonya terkena dampak proyek mengaku sangat kecewa karena pihaknya tidak pernah diberitahu bila ada proyek ini. Dia mengatakan, rumah dan tokonya tidak bisa dilalui sejak ada proyek ini tiga hari lalu.

Akibatnya, mobil miliknya terpaksa diparkir jauh dari rumah karena jalan masuk ke garasi mobil digali sedalam dua meter.

“Akibat galian ini, rumah saya bergetar setiap kali alat berat bekerja. Air PDAM mati total karena pipanya jebol terkena alat berat. Toko saya sepi, orang malas datang karena persis di depan toko ada alat berat yang menutupi toko,” keluh politikus Demokrat ini.

Seorang mandor proyek mengatakan, pihaknya bekerja untuk PT Arandra Citra Mandiri. Mereka tidak tahu soal perizinan dan lainnya. “Pokoknya tugas kita menggali, menanam pipa lalu meratakan kembali tanah. Soal perizinan atau sosialisasi, itu urusan manajemen,” ujarnya.

Kasus tersebut saat ini tengah viral di media sosial Gresik. Bahkan hingga hari ini, sudah ratusan warganet yang memberi komentar nyinyir adanya proyek ini. Ada yang mengingatkan tragedi Jeglongan Sewu, ada yang meminta untuk dihentikan.

Terpisah, ketika di konfirmasi melalui selulernya terkait proyek tersebut, Anton dari pihak PT Arandra Citra Mandiri awalnya bersedia memberikan keterangan mengajak untuk bertemu. Tapi setelah ditanya terkait hal itu pihaknya menolak.

“Maaf Pak kami tidak bisa memberikan penjelasan, bapak langsung ke humasnya saja, nanti tak kirim kontaknya,” ujar Anton. (wan)