Cuaca Buruk, Puluhan Kapal Berlindung di Pulau Bawean

0
669 views
Puluhan kapal berlindung dari di kawasan perairan Desa Kepuh Teluk, Tambak Bawean, Gresik. (Foto: BG/Gias)

BeritaGresik.com – Cuaca buruk yang terjadi di laut Jawa sejak sepekan terakhir memaksa puluhan kapal berlindung di kawasan perairan Pulau Bawean. Hal itu mereka lakukan untuk menghindari gelombang tinggi dan resiko bahaya di laut.

Sebagian besar dari kapal-kapal tersebut berlindung di kawasan Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik. Sebagian lagi melego jangkarnya di beberapa kawasan yang dipandang aman.

Selain kapal tongkang batubara, terdapat pula puluhan kapal nelayan penangkap ikan. Mereka datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa seperti, Tuban, Lamongan, Tegal Jawa Tengah dan daerah lainnya.

Fandi (20), salah seorang ABK kapal ikan asal dari Tegal Jawa Tengah, mengaku sudah satu minggu berlindung di peraiaran Bawean lantaran cuaca buruk. Biasanya, kata Fandi, kapalnya hanya sandar di Bawean manakala musim terang bulan, karena saat itu tangkapan ikan sedang sepi sehingga memilih singgah di Bawean untuk membeli bekal selama melaut.

“Biasanya singgah di sini kalau pas lagi terang bulan saja. Sekarang karena cuaca buruk terpaksa kita gak melaut,” kata Fandi kepada beritagresik.com, Minggu (05/02/2017).

Hal yang sama disampaikan oleh ABK kapal asal Kabupaten Tuban, Saiful Anwar. Dia mengatakan, kapalnya juga terpaksa singgah ke Pulau Bawean karena kondisi cuaca yang dianggap kurang bersahabat.

Para ABK kapal berkunjung ke wisata pemandian air panas di Desa Kepuhlegundi, Tambak Bawean, Gresik. (Foto: BG/Gias)

Situasi itu tidak lantas membuat para ABK kapal setres, karena selama di Bawean mereka bisa berkunjung ke beberapa lokasi wisata. “Gak nyangka sih, ternyata di Pulau ini wisatanya bagus-bagus. Saya juga betah, orangnya ramah-ramah,” tandasnya.

Selama tak melaut, banyak di antara para nelayan yang datang dari sejumlah daerah itu berkunjung ke pemandian air panas, salah satu destinasi wisata yang letaknya tidak jauh dari tempat kapal berlindung, yaitu di perairan Kepuh Legundi, Tambak.

Banyaknya kapal yang berlindung di Pulau Bawean ini juga berdampak positif pada ekonomi warga sekitar. “Biasanya kalau mereka turun, bergantian mandi air panas, tiap hari pasti ramai kalau banyak kapal gini,” kata Hawasi, warga setempat. (abr)