Tak Berizin, Home Stay di Depan Kantor Pemkab Gresik Ditutup Paksa

0
1,779 views
Petugas Satpol PP Pemkab Gresik menyegel home stay di seberang kantor Pemkab Gresik karena tidak mengantongi izin operasi. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Sebuah ruko yang dijadikan home stay terpaksa di gerebek dan ditutup paksa oleh petugas Satpol PP Pemkab Gresik karena tak memiliki izin. Penutupan paksa ini dilakukan pada Kamis (5/1/2017) malam, sekitar pukul 19.30 Wib.

Penggerebekan home stay Lestari dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Bahkan, saat dikumpulkan di depan kantor Pemkab, anggota Satpol PP tak ada yang tahu dan mengira akan di beri pengarahan dalam menjaga kantor pemda.

Kepala Satpol PP Gresik, Darmawan, juga tidak mengetahui jika akan diperintahkan untuk melakukan razia terhadap sebuah ruko yang dijadikan home stay di depan Rumah Sakit Imum Daerah Ibnu Sina Bunder.

Setelah mendapatkan informasi sekilas, Kepala Satpol PP langsung memerintahkan anak buahnya untuk bergerak cepat dan mendatangi sebuah ruko yang terdapat di komplek Icon Mall, blok A-5 nomor 20.

Indarwati, pemilik ruko yang dijadikan home stay kaget atas kedatangan sekitar 20 anggota Satpol PP, yang melakukan pemeriksaan satu per satu kamar yang ada di dalam home stay tersebut. Apalagi Bupati Sambari ikut mengawasi langsung razia yang dilakukan oleh petugas.

“Razia atas adanya laporan dari warga, bahwa tempat tersebut kerap digunakan muda-mudi untuk memadu kasih. Makanya anggota Satpol PP diminta untuk memeriksanya,” kata Sambari.

Meski tak menemukan sepasang kakasih, pemilik home stay tak bisa menunjukkan izin operasional saat petugas memintanya. Dia beralasan izinnya dalam proses. “Tapi saat ini belum memiliki izin untuk home stay,” tutur Indarwaty pada petugas Satpol PP.

Kendati saat itu ada dua orang menyewa kamar di home stay yang fasilitasnya seperti hotel itu, petugas meminta pemilik home stay untuk menutup usaha ilegalnya. Karena itu, dua orang tamu yang sudah menyewa kamar terpaksa dikeluarkan.

“Wah, kalau begini saya mau nginep dimana,” tanya salah satu tamu home stay bernama Budi, asal luar pulau. Setelah semua penghuni kamar keluar, petugas langsung memasang tanda larangan di pintu masuk home stay tersebut. (amn)