AMP Extension page

Kemenpan RB Evaluasi 10 OPD di Gresik

No comment 177 views

Kemenpan RB mengevaluasi sejumlah OPD di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan evaluasi terhadap 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gresik yang masuk zona integritas.

Bahkan, pihak Kemenpan RB mengutus seorang evaluator yakni Aan Syaiful Ambiyah untuk mengunjungi beberapa OPD yang telah dicanangkan sebagai zona wilayah bebas korupsi tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Gresik Sambari Halim Radianto telah mencanangkan sebanyak 10 OPD masuk dalam zona integritas pada Juni lalu.

10 OPD itu di antaranya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pendapatan, Perngelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, RSUD Ibnu Sina, Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, Kecamatan Gresik dan Sangkapura.

Namun, dari 10 OPD yang masuk zona integritas tersebut, Evaluator Kemenpan RB, Aan Syaiful Ambiyah hanya mengevaluasi empat OPD, yaitu Dinas Penanaman Modal dan PTSP, RS Ibnu Sina, Kecamatan Gresik dan satu lagi Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.

“Untuk evaluasi di kantor Kecamatan Sangkapura akan dilaksanakan pada lain waktu. Saat ini hanya tiga OPD yang dievaluasi,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno saat ikut mendampingi.

Semula evaluasi dilakukan pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP, selanjutnya ke RS Ibnu Sina dan Kantor Kecamatan Gresik. Di kecamatan yang ada di perkotaan ini, Aan Syaifil Ambiyah tertarik dengan beberapa tulisan yang ada di dinding pelayanan.

“Maksud tulisan, mengantar kepada masyarakat apabila ada produk layanan yang terlambat sesuai yang dijanjikan?” tanya dia.

Camat Gresik Nurul Puspita Wardani (Pipit) yang ikut mendampingi evaluator Kemenpan RB mengatakan, semua tulisan yang ada ini harus dijalankan oleh semua yang ada di Kecamatan.

“Kami siap mengantar, misalnya KTP yang terlambat terbit sesuai yang dijanjikan. Maka kami siap mengantar kepada yang bersangkutan” tandasnya yang saat itu didampingi oleh Kepala BKD, Nadhif, Kepala Inspektorat Hari Suryono serta Asisten III, Tursilowanto Hariogi dan Kepala Bapeda Hermanto Sianturi .

Aan juga menanyakan banyaknya bak sampah dari tong bekas yang tersusun rapi. Pipit menjelaskan, bahwa tong bekas itu bagian dari program lingkungan hidup yaitu bank sampah.

“Kecamatan Gresik memiliki bank sampah terbanyak di antara kecamatan yang lain di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Ketika ditanya hasil evaluasi pada OPD di Gresik yang masuk dalam Zona Integritas, Aan Syaiful Ambiyah juga mengaku cukup bagus. “Hanya satu kata untuk Gresik, bagus,” katanya kepada seluruh Pejabat Pemkab Gresik. (as)

No Response