Komunitas di Gresik Hadirkan Taman Hidroponik di Atas Bukit

0
164 views
Greenhouse milik Teguh saat dikunjungi Kadis Pertanian Pemkab Gresik Agus Joko Waluyo. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Meski tidak terlalu besar, namun greenhouse seluas 14X35 meter yang dibangun sejak enam bulan lalu itu, kini sudah nampak menghijau. Greenhouse itu milik Teguh Arief Bijaksana (36).

Greenhouse binaan Dinas Pertanian Gresik ini terletak di ketinggian bukit kawasan Dewi Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas Gresik. Keberadaan lahan ini cukup memberikan tempat bagi komunitas Hidroponik Gresikvmenyalurkan hobinya dalam bercocok tanam hidroponik.

Saat berada di pintu masuk Greenhouse pengunjung bakal memandang langsung ketinggian Gelora Joko Samudro. Bahkan bisa melihat bangunan lain serta laut yang ada nan jauh disana. Tempat itu ditata sedemikian rupa dengan media tanam menggunakan pipa paralon non timbal ukuran 3 dim yang disusun bertingkat.

Media tanam tersebut rupanya mampu menampung sebanyak 8.000 tanaman. Setidaknya ada empat komoditi yang ditanam di media paralon yang dialiri air secara terus-menerus tersebut. Ada slada, kangkung dan sawi daging (pakcoi).

Menurut Teguh, Greenhouse miliknya itu dibangun dengan dana pribadi. “Sampai saat ini sudah menghabiskan dana sebesar Rp250 juta rupiah. Kami masih menyisakan lahan untuk pembangunan lanjutan. Kalau prospek sayur mayur ini bagus, kami akan membangun lagi untuk menanam buah-buahan hidroponik,” ujar Teguh, Selasa (4/4/2017).

Teguh yang saat itu dibantu oleh teman-temannya dari komunitas hidroponik Gresik tampak sibuk melayani sejumlah ibu-ibu dari salah satu desa di Gresik. “Kami senang kalau mereka ingin belajar menanam hidroponik. Saya berharap semua murid-murid sekolah di Gresik mau berkunjung dan belajar tentang hidroponik disini,” ujarnya didampingi oleh Ketua Komunitas Hidroponik Gresik Syaiful Arif.

Selain belajar tentang tanaman hidroponik, biasanya para ibu-ibu yang berkunjung ini juga berbelanja. Meski terbilang lebih mahal dari harga di pasar, namun para ibu-ibu senang membeli sayuran hidroponik.

“Dari segi harga kami memang lebih sedikit lebih mahal, namun dari sisi rasa, sayuran hidroponik memang berbeda. Dari tinjauan kesehatan sayuran hidroponik ini lebih alami, karena ditanam di media yang sangat bersih sehingga bebas e colli, steril tanpa pestisida dan lebih tahan lama,” kata Teguh.

Kendati sudah laris manis di lokasi, namun teguh masih punya berkeinginan agar kedepan produknya bisa mengisi beberapa supermarket. Saat ini pihaknya sudah melayani beberapa rumah makan yang ada di sekitar.

“Kami kesulitan memasarkan produk sayur mayur di supermarket karena ada ketentuan lebeling produk. Makanya kami mengundang Kepala Dinas Pertanian untuk membantu kami,” katanya ketika dihadiri Kadis Pertanian dan sejumlah Kasubdinnya.

Setelah melihat-lihat dan memberikan beberapa saran, Kadis Pertanian Pemkab Gresik Agus Joko Waluyo mengundang Teguh dan komunitas hidroponik di Gresik untuk datang ke Kantor Dinas Pertanian Pemkab Gresik.

“Silahkan datang, nanti akan saya bantu beberapa hal terkait labelling produk pertanian serta beberapa perijinan lain. Kami juga akan membantu dengan menugaskan petugas Dinas Pertanian Gresik untuk memantau perkembangan hidroponik ini,” ujar Agus saat mengunjungi greenhouse hidroponik. (sdm/as)