Terdengar Suara Ledakan Sebelum Pasar Gresik Terbakar

0
2,186 views
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memedamkan api yang membakar puluhan stand di pasar Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Puluhan stand di pasar Gresik yang ada di antara pasar baru Gresik dan pasar Krempyeng, tadi malam, Jumat (3/2/2017), sekitar pukul 22.00 Wib terbakar. Seorang warga mendengar suara ledakan dari dalam pasar sebelum kebakaran.

Seorang saksi mata yang sedang minum kopi di warung yang tak jauh dari pasar mengaku melihat percikan api yang langsung membesar. Ia berusaha untuk memadamkan api, tapi api lebih cepat menjalar ke stand yang ada di sampingnya.

Pamungkas (25), anak seorang pemilik stand yang ikut terbakar, mengaku mengetahui jika stand milik orang tuanya terbakar setelah diberi tahu kerabatnya. Saat tiba di lokasi, ternyata api sudah membesar dan semua stand sudah ludes, termasuk miliki orang tuanya.

Dalam waktu yang tidak lama, stand-stand di pasar ludes dilalap si jago merah. (Foto: BG/Amn)

Sementara itu, Mohammad Nur, pemilik stand klontong, sempat berusaha mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam tokonya, tapi tidak bisa maksimal karena api terus membakar tokonya.

Sedikitnya lebih dari enam buah mobil PMK, baik dari Gresik dan Kota Surabaya, diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Api baru padam setelah hampir dua jam petugas silih berganti melakukan penyiraman terhadap sijago merah.

Puluhan polisi dari Polres Gresik, yang mengamankan lokasi kebakaran  sempat kewalahan menghalau warga yang hendak berusaha melihat kebakaran dari dekat. Bahkan polisi juga mengusir beberapa orang pedagang yang melewati garis polisi.

Warga berkerumun disekitar lokasi kebakaran. (Foto: BG/Amn)

Mujiono dan Hubairiyah, pemilik stand lainnya, saat di temui Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim yang saat itu sedang memantau kebakaran mengakui jika kebaran bukan berasal dari ledakan kompor gas.

Qosim yang saat itu didampingi oleh Komandan Kodim dan Kapolres Gresik meminta kepada pedagang yang standnya terbakar agar bersabar. “Yang terpenting keselamatan jiwa,” kata Qosim.

Ditanya berapa kerugian akibat peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat malam itu, Wabup Qosim mengaku belum bisa menaksir jumlah kerugian akibat kebakaran yang melanda puluhan stand itu.

Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito menegaskaan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini, apakah ada unsur sabotase atau tidak.

Beberapa petugas kepolisian melakukan penjagaan di lokasi kebaran untuk mengantisipasi adanya orang yang tak bertanggung jawab, yang memanfaatkan situasi kebakaran ini untuk keuntungan pribadi. (amn)