AMP Extension page

Relokasi Pedagang Pasar Baru Gresik Dilakukan Sebelum Puasa

Pengarahan dan penetapan relokasi pedagang pasar baru Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan peresmian pasar baru dilaksanakan sebelum bulan puasa. Itu disampaikan Sambari saat memberikan pengarahan dan penetapan relokasi pedagang Pasar Baru Gresik di Kantor Bupati Grrsik, Rabu (2/5/2018).

Sambari menyampaikan permohonan maaf kepada ratusan pedagang yang hadir pada acara tersebut. Dia mengatakan, bahwa Pemkab Gresik membangun pasar terssbut bukan untuk kepentingan pribadi Bupati, Wakil Bupati atau pejabat Gresik.

“Pembangunan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat agar lebih baik dan sejahtera. Jadi semua keputusan ini bukan keputusan kami pribadi, tapi keputusan pemerintahan yang didalamnya ada DPRD Gresik. Pembangunan Pasar Baru ini untuk menata agar lebih layak, lebih enak dalam jual beli,” jelasnya.

Namun demikian, masih ada pedagang yang belum terima terkait ukuran lapak yang sudah diatur oleh pemkab Gresik. Ada 34 pedagang yang mengaku luas lapaknya kurang sesuai dengan yang diterima saat ini yaitu hanya 1,5 X 1 meter.

Padahal, lapak terdahulu berukuran 1,5 X 1,5 meter. Para pedagang tersebut menginginkan agar ukuran lapak diubah seperti ukuran terdahulu.

Mendapat keluhan pedagang, Sambari berjanji akan melakukan survei lapangan pada Kamis besok bersama pihak terkait yaitu Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUTR, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Camat Gresik.

Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi kepada Kepala Bagian Humas Suyono mengatakan, jumlah pedagang Pasar Baru Gresik yang sudah siap di relokasi saat ini sebanyak 299 pedagang. Sesuai Perda nomor 4/2011 tentang Jasa Retribusi, harga per meter stand yang dikenakan kepada pedagang Rp3.250.000 per meter persegi.

“Harga itu sudah berlaku sejak tujuh tahun yang lalu sampai sekarang tidak berubah. Yang jelas pemerintah tidak akan merugikan masyarakat. Pemerintah hanya ingin mengatur dan menertibkan, agar semuanya bisa tertib, nyaman dan masyarakat sejahtera,” tandas Sekda.

Sementara Qodri (42), pedagang peracangan menyambut baik langkah yang diambil Bupati Sambari untuk melakukan survei. Pihaknya berharap agar keputusan yang diambil setelah itu dapat memberikan keuntungan bagi para pedagang.

“Saya akan mendukung apapun keputusan yang diambil Pemerintah. Yang penting saya bisa berdagang kembali. Syukur-syukur bisa berdagang sebelum bulan Ramadhan,” harapnya. (sdm/as)

No Response