Cegah Banjir Kali Lamong, Pemerintah Harus Serius Bangun Tanggul

0
648 views
Banjir luapan Kali Lamong melumpuhkkan jalan raya Morowudi, Cerme, Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Banjir akibat luapan Kali Lamong yang melanda wilayah Gresik sejak kemarin, Kamis (2/2/2017), masih menggenangi permukiman warga, lahan pertanian dan jalan raya. Meski banjir ini sudah dirasakan warga sejak lama, hingga kini belum ada solusi untuk mencegahnya.

Fery, petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) saat melakukan sidak ke lokasi banjir luapan Kali Lamong yang ada di wilayah Gresik mengatakan, bahwa banjir yang melanda wilayah Gresik akibat banjir kiriman dari Jombang dan Mojokerto.

Dia menjelaskan, air kiriman yang melalui Kali Lamong sangat mudah meluber ke permukiman warga, lahan pertanian dan jalan raya ketika sampai di daerah Gresik. Pasalnya, tidak ada tanggul di sepanjang aliaran Kali Lamong yang ada di Gresik.

Sampai saat ini pihak BBWS sendiri masih menunggu keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Provinsi Jawa timur terkait pembebasan lahan di sekitar bantaran atau bibir Kali Lamong.

“Pembebasan lahannya merupakan tanggung jawab daerah, sementara pembangunan fisiknya menjadi tanggung jawab BBWS,” terang Fery.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, luapan Kali Lamong masih menggenangi 13 desa di Kecamatan Benjeng dan Cerme. Jumlah itu menurun dibanding sehari sebelumnya yang menggenangi 19 desa.

“Kalau kemarin ada 19 desa yang tergenang, tapi Jumat ini sudah tinggal 13 desa. Itu pun hanya di Kecamatan Cerme dan Benjeng,” kata Ketua BPBD Kabupaten Gresik Abu Hasan, Jumat (3/2/2017).

Secara umum, banjir di beberapa desa di Kecamatan Benjeng sudah mulai surut. Namun berbeda dengan banjir yang terjadi di dua desa di Kecamatan Cerme, yakni Desa Morowudi dan Dadap Kuning. Banjir di dua desa itu justru semakin tinggi.

“Puluhan rumah yang tergenang di daerah Cerme. Ketinggian airnya mencapai setengah meter,” terang Abu Hasan. (amn)