AMP Extension page

Dinas Kelautan dan Muspika Dinilai Tak Peka Kerusakan Pantai di Bawean

Kondisi pantai di pesisir Desa Sungai Teluk, Sangkapura Bawean, yang rusak akibat tindakan pengerukan pasir. (Foto: LSM BCW)

BeritaGresik.com – Kerusakan pantai di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, semakin memprihatinkan. Tidak sedikit lahan milik masyarakat di kawasan pesisir yang ikut lenyap akibat terkikis abrasi pantai yang tidak terkendali.

Kondisi tersebut salah satunya dialami oleh masyarakat di Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, utamanya warga yang memiliki lahan di kawasan pesisir. Demikian berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan LSM Bawean Corruption Watch (BCW) di lokasi itu.

Direktur Eksekutif BCW Dari Nazar mengungkapkan, hasil temuan pihaknya di lapangan menunjukkan telah terjadi kerusakan pantai yang cukup parah. Kerusakan itu salah satunya akibat pengerukan pasir pantai yang diduga telah dilakukan selama bertahun-tahun.

(Foto: LSM BCW)

“Keruskan itu akibat pengerukan pasir laut di tepi pantai. Berdasarkan info dari warga, ada beberapa sawah milik warga yang hilang dan sudah menjadi pantai laut, seperti milik ibu Marwiyah, Fadilah, Zaenal, Fatimah, Sawwal dan Rosita,” ungkap Dari, kepada BeritaGresik.com.

Menurut dia, tak tertutup kemungkinan lebih banyak lagi lahan milik warga yang akan lenyap dan berubah menjadi pantai akibat terkikis ombak, jika tindakan pengerukan atau penambangan pasir itu dibiarkan. BCW menduga penambangan itu melibatkan perangkat desa setempat.

Kegiatan pengerukan pasir lait ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sementara warga setempat dikatalam sangat prihatin dengan keadaan lingkungan di sana. Warga berharap pengerukan pasir tersebut bisa ditutup dan Dinas Kelautan dapat menanam pohon mangrove.

Tumpukan pasir yang diduga dihasilkan dari kegiatan pengerukan pasir laut. (Foto: LSM BCW)

“Jika hal ini tidak ditangani lebih serius oleh Muspika Sangkapura dan Instansi yang berkompeten termasuk Pemerintah Desa, sama halnya akan membiarkan kerugian masyarakat yang memiliki lahan di kawasan tersebut,” ucap Dari.

BCW mengaku menyayangkan selama ini tidak ada tindakan apapun dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah terjadinya keruskan lingkungan. BCW juga menilai pihak Dinas Kelautan Pemkab Gresik dan Muspika Sangkapura tidak peka dengan kerusakan pantai.

Jika tindakan pengerukan pasir di Desa Sungai Teluk, Sangkapura Bawean tetap dibiarkan, BCW mengancam akan melaporkan pihak-pihak yang terlibat kepada Dinas Kelautan dan instansi terkait lainnya di Kabupaten Gresik. (abr)

No Response