Terkendala Perbup, Pencairan Anggaran Desa di Gresik Molor

0
133 views
Ilustrasi pencairan dana desa. (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com –¬†Sebanyak 30 desa di Pulau Bawean, Gresik, mengeluhkan terlambatnya pencairan anggaran desa tahun 2017. Akibatnya, banyak kegiatan dan pembangunan desa di Pulau Bawean terancam molor dan terbengkalai.

Hal itu diakui Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kecamatan Tambak Salim Agung, Selasa (2/5/2017). Dia mengatakan, jika mengacu pada tahun sebelumnya, biasanya dana desa dan dana ADD sudah cair ketika memasuki bulan April.

Salim mengungkapkan, katerlambatan pencairan anggaran desa ini menyebabkan tunjangan penghasilan kepala desa dan perangkat desa terlambat. “Selama empat sampai lima bulan ini perangkat desa dan kepala desa juga menunggu Siltap, karena dialokasikan dari ADD juga,” jelasnya.

Direktur LSM Bawean Corruption Watch (BCW), Dari Nazar, mengatakan terlambatnya pencairan anggaran desa tahun ini dipicu terlambatnya Perbup tahun 2017 yang mengatur tentang pengalokasian, penyaluran dan pertangungjawaban Alokasi Dana Desa Bagi Hasil dan Retribusi Daerah.

“Pengajuan pencairan anggaran desa harus mengacu pada Perbup, ini sekarang perbupnya saja belum ada, bagaimana bisa cair,” kata Nazar.

Dia menilai, keterlambatan Perbup ini sebagai indikasi ketidaksiapan Pemkab Gresik. Perbup yang mengatur anggaran desa tahun 2017, terang Nazar, seharusnya sudah disiapkan pada akhir Desember 2016, sehingga memasuki awal tahun 2017 desa sudah punya acuan untuk pengajuan pencairan anggaran desa.

“Ini jelas mengindikasikan bahwa pemda Gresik sendiri tidak siap, coba kita lihat di kabupaten lain, seperti Bojonegoro misalnya, di sana sejak Pebruari 2017 sudah mempersiapkan pencairan dana desa,” ucapnya. (abr)