Sambari Bertekad Hilangkan Rumah Kumuh di Gresik

0
13 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianyo saat memberikan bantuan stimulant pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu tahap I. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bertekad untuk menghilangkan rumah kumuh atau rumah tidak layak huni keluarga miskin di wilayah Kabupaten Gresik sebelum masa baktinya berakhir pada 2021 nanti.

Tekad itu disampaikan Sambari saat memberikan bantuan stimulant pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu tahap I secara simbolis di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (1/11/2017).

Bupati Gresik dua periode itu secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada dua orang penerima, yaitu Arif Sugiyono asal Desa Sembung Wringinanom dan Kasni asal Gluranploso, Benjeng.

(Foto: BG/As)

Melihat mereka para penerima bantuan sudah berusia senja, seketika itu pula Sambari meminta kepada pihak panitia untuk membantu para penerima yang berusia sepuh agar tidak melewati tangga.

“Tolong panitia bisa membantu bapak dan ibu yang sepuh ini agar melewati escalator. Kasihan kalau mereka naik turun lewat tangga,” kata Sambari kepada panitia acara.

Data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemkab Gresik mencatat, ada 360.525 rumah keluarga miskin (gakin) tidak layak huni. Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Gresik sudah merehab sebanyak 30% rumah gakin.

(Foto: BG/As)

Dalam sambutannya, Sambari berharap kepada penerima bantuan bisa mengubah kualitas hidup dan kesejahteraan. “Masyarakat sekitar agar membantu dalam pemugaran rumah gakin tersebut. OPD dan Pemerintah setempat untuk mendukung dan memberikan bantuan penuh dalam pemugaran tersebut,” ucap Sambari.

Bupati menyatakan, pihaknya berupaya untuk merehab seluruh rumah gakin sebelum masa baktinya berakhir. Paling tidak pihaknya akan menyelesaikan 70% rumah gakin tidak layak huni yang belum mendapat dana dari Pemkab Gresik.

“Kalau perlu, saya akan memerintahkan untuk mendata ulang, barangkali ada rumah gakin yang sangat tidak layak dan hampir roboh tapi belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah,” tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gresik Gunawan Setijadi menyebutkan, pada tahun 2017 ini ada 760 rumah gakin yang mendapat dana rehab. Tapi, bantuan itu sudah dilaksanakan pada beberapa saat lalu mengingat sangat mendesak.

Saat ini, Pemkab Gresik mengundang 236 warga yang mendapat bantuan stimulant pembangunan rumah dengan total anggaran sebesar Rp 3,758 miliar. Masing-masing gakin mendapat bantuan dana rehab antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

“Tergantung hasil pendataan tim kami yang telah melakukan survei. Survei ini resmi dan fair, tidak ada unsur titipan atau rekomendasi pihak lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono mengatakan, selain dari dana APBD, Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengupayakan dana dari APBN yang dialokasikan untuk program Pemugaran Rumah gakin di Kabupaten Gresik. (sdm/adv)