Balapan di Siang Bolong, Dua Pelajar di Gresik Tewas

Dua orang pelajar di Kecamatan Menganti, Gresik, meninggal akibat balapan liar di Jalan Raya Hulaan, Menganti, Gresik, Rabu (31/7/2019). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Dua orang pelajar di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tewas sia-sia akibat balapan liar di Jalan Raya Hulaan, Menganti, Gresik, Rabu (31/7/2019) kemarin.

Dua pemuda yang meninggal yakni, Muhammad Algyanto Dwi Putra (16), asal Kepatihan, dan Khairul Reza Mahendra (16), asal Kepatihan Menganti.

Sementara korban luka berat diketahui bernama Muhammad Fiki Zaini yang juga warga asal Kepatihan Menganti. Ia mengalami luka berat pada kaki dan kepala. Saat ini korban dirawat di rumah sakit.

Kanit Laka Satlantas Gresik Ipda Yorsy Eka menjelaskan, kejadian itu bermula ketika sepeda motor Yamaha Fiz R nomor polisi AE 2652 PO yang dikendarai Muhammad Algyanto Dwi Putra dengan membonceng Muhammad Fiki Zaini tanpa mengenakan helm melaju kencang dari arah utara menuju selatan di jalan raya Hulaan Menganti.

Sementara teman keduanya, Khairul Reza Mahendara, mengendarai sepeda motor Yamaha Fiz R nomor polisi W 6759 CA juga melaju kencang dari arah yang sama.

Tiba-tiba di depan pencucian mobil yang jalannya menikung, diduga pengendara berboncengan yang berusaha menyalip dari arah kiri langsung membentur tiang listrik. Kerasnya benturan membuat korban dan sepedanya terpelanting ke kanan.

Saat bersamaan sepeda motor Fiz R yang dikemudikan Khairul juga melaju kencang dan langsung menabrak sepeda motor korban. Kerasnya benturan membuat kedua pengemudi sepeda motor tewas di lokasi, sementara yang di bonceng mengalami luka parah.

“Korban tewas langsung dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder. Sedang korban yang mengalami luka berat dibawa ke runah sakit yang ada di Benowo,” kata Ipda Yorsy.

Budi Praseyto (51), pemilik warung yang tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan, bahwa setengah jam sebelum kejadian kedua sepeda sepeda motor tersebut kebut-kebutan dari arah selatan menuju utara atau dari arah kepatihan menuji menganti.

“Saat itu saya kaget karena memang jalanan lagi sepi karena bertepatan dengan waktu coblosan,” terang Budi. (as)

No Response