Hebat, Siswi SD di Gresik Ciptakan Alat Penjernih Udara

0
1,135 views
Farahiya Ajrin Devita Maya (10) dab Zahra Hafizah (10), siswi kelas V SD Muhammadiyah 2 Gresik. (Foto: BG/Wan)
Farahiya Ajrin Devita Maya (10) dab Zahra Hafizah (10), siswi kelas V SD Muhammadiyah 2 Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Farahiya Ajrin Devita Maya (10), bersama Zahra Hafizah (10), temannya di kelas V SD Muhammadiyah 2 yang berada di Perum PPS, Desa Suci, Manyar, Gresik berhasil menciptakan alat penjernih udara.

Menurut Farahiya, ide menciptakan alat penjernih udara tersebut terinspirasi dari kebiasaan tetangganya membakar rumput ilalang. Tidak jarang asap dari pembakaran tersebut masuk hingga ke kamarnya dan membuat sulit bernafas.

“Makanya saya ingin membuat alat yang bisa untuk menjernihkan udara. Bersama dengan Zahra, akhirnya kami bisa buat BAP (Berlian Air Purified) ini,” kata Farahiya, Senin (31/10/2016).

Menurut dia, BAP menciptakan udara bersih bebas dari polusi, dengan menggunakan dua proses sehingga dapat membersihkan udara.

Kedua siswi ini hanya membutuhkan galon air mineral bekas, dua kipas angin ukuran kecil, beberapa potong kain, kabel, serta saklar dan baterai sebagai pendukung alat untuk bekerja.

“Pada saat asap dimasukkan melalui bagian atas galon, maka sudah bisa didapatkan udara bersih di bagian bawah galon, melalui skat kain yang kami pasang di antara bagiannya. Simple kok,” bebernya.

Mereka berdua pun sudah sempat beberapa kali mengujinya, dengan di bawah pengawasan guru pembimbing yang ada di SD Muhammadiyah 2.

Hasilnya, hampir 95 persen udara yang dihasilkan dari proses tersebut, dari yang awalnya asap menjadi udara bersih.

“Dari awal hingga rampungnya pengerjaan alat ini, kami kerjakan selama dua hari. Itu pun sudah termasuk mekanisme uji cobanya, yang kami lakukan beberapa kali dan sempat juga menggunakan media tanaman untuk mengetahui kadar kebersihan udaranya,” sahut Zahra.

Melalui prototipe tersebut, mereka berdua berkeyakinan, bakal bisa membersihkan kondisi udara dari polusi di dalam ruangan.

“Hanya saja, kalau di ruangan itu memang dibutuhkan skala yang lebih besar. Misalnya, dengan penggunaan kipas angin dan lebar kain yang lebih besar tentunya,” sebut Zahra. (wan)