Indonesia Mengajar Akhiri Pengabdian di Pulau Bawean

0
518 views
Acara pisah kenang Indonesia Mengajar dengan Pemkan Gresik setelah masa pengabdian lima tahun di Pulau Bawean berakhir. (Foto: Nursida Yaru)
Pisah kenang para pengajar muda dari Indonesia Mengajar dengan Pemkab Gresik setelah masa pengabdian lima tahun di Pulau Bawean berakhir. (Foto: Nursida Yaru)

BeritaGresik.com – Program kerjasama Indonesia Mengajar (IM) dengan Kabupaten Gresik berakhir tahun ini. Keberadaan para pengajar muda selama lima tahun mengabdi di Pulau Bawean telah menorehkan banyak prestasi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Mahin, saat pisah kenang dengan pengajar muda dari Indonesia Mengajar pagi tadi, Senin (31/5/2016).

Salah satu catatan prestasi pengajar IM yang paling diingat Mahin, yakni keberhasilan siswi bernama Jamaliyah asal Desa Kepuhlegundi Bawean yang mengharumkan nama Gresik di kancah nasinal.

Seperti diketahui, Jamaliyah meraih prestasi kategori aksi menulis surat untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tingkat sekolah dasar beberapa waktu yang lalu. Prestasi itu tidak terlepas dari peran pengajar muda IM.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Indonesia Mengajar, karena mereka bekerja dengan tulus mengembangkan pendidikan di Bawean, dan menorehkan banyak prestasi,” tutur Mahin.

Dia mengaku jika pihaknya sudah memiliki konsep ‘Gresik Cerdas Mengajar’ untuk menggantikan program Indonesia Mengajar yang sudah usai tahun ini. “Namun hal ini masih perlu koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memberikan apresiasi atas pengorbanan para pengajar muda yang secara ikhlas bersedia dan terus berkarya demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bawean.

“Terutama pengembangan pengetahuan dan mental anak-anak didik tempat dimana mereka mengabdikan diri,” pungkasnya. (as)