Standardpen Ajak 1500 Anak SD di Bawean Menulis Surat Untuk Pemimpin

0
18 views
Kegiatan menulis “Surat Untuk Sang Pemimpin” yang diadakan Standardpen di Lapangan Sepakbola Desa Pekalongan, Tambak Bawean, Rabu (30/8). (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Sebanyak 1500 siswa SD dan MI se kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik, antusias mengikuti kegiatan menulis “Surat Untuk Sang Pemimpin” di Lapangan Sepakbola Desa Pekalongan, Rabu (30/8/2017).

Kegiatan yang diadakan oleh Standardpen, penggerak literasi, serta diprakarsai oleh mahasiswa kelompok 2 KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) 2017 Pulau Bawean ini digelar dalam rangka menutup bulan Kemerdekaan HUT RI yang ke-72.

Melaui kegiatan belajar menulis surat ini, diharapkan anak-anak kembali giat menulis tangan, baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu, anak-anak juga diharapkan bisa bercerita tentang daerah atau kearifan lokal di tempat dimana mereka tinggal.

“Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk memupuk semangat dalam pengenalan literasi pada anak. Dari ajakan membaca 15 menit, menulis 15 menit hingga gerakan senin menulis 15 menit di seluruh sekolah,” kata Nury Sybli, pegiat literasi yang ikut mengawal kegiatan.

Dia menambahkan, kegiatan menulis surat untuk pemimpin negeri ini diharapkan menjadi pengalaman yang bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis dengan tangan.

“Menulis selain mengasah kinerja otak juga dapat membantu anak-anak menjadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orang tua untuk dapat membantu melestarikan menulis dengan tangan,” tegasnya.

Salah satu penggerak literasi di Pulau Bawean Faisyal Effendi menilai, pendidikan di pulau Bawean, Kabupaten Gresik, sejatinya sudah sangat baik. Itu terbukti dengan banyaknya sekolah dan pesantren.

“Tetapi memang kualitas pendidikan anak harus terus ditingkatkan untuk bisa mengejar ketertinggalan,” kata Faisyal.

Halimatus Sa’diyah, pelajar MI Mambaul Falah menulis surat untuk presiden Joko Widodo. Dalam suratnya, dia mengeluhkan buruknya kondisi jalan dan transportasi laut bila terjadi cuaca buruk. Dia juga meminta agar gedung sekolahnya diperbaiki.

“Banyak tanah yang longsor. Saya ingin sekolah kami lebih diperbaiki, kami mohon alat transportasi lebih dimajukan,” tulis Halimah dalam suratnya.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Tambak Bawean, Gresik, Machfud mengaku senang karena ada para pegiat dan perusahaan yang memperhatikan pendidikan anak-anak pulau, khususnya di Bawean.

“Saya upayakan yang terbaik dari program Ayo Menulis Ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada Standardpen atas kepeduliannya pada anak-anak di Bawean,” inbuhnya. (abr)