Mengintip Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Ponpes Mambaul Falah Bawean

0
303 views
Para santri Mambaul Falah saat kegiatan forum diskusi

(BeritaGresik.com) – Sukses yang diraih Sholihan, santri asal Bawean sebagai juara dalam lomba baca kitab kuning yang digelar oleh DPP Garda Bangsa bebarapa waktu lalu tak lepas dari peran guru yang mendidiknya serta metode pembelajaran kitab kuning tempat ia belajar.

Ada berbagai metode pembelajaran kitab kuning di setiap pondok pesantren. Salah satunya metode yang dikenal dengan istilah sorogan.

Di Ponpes Mambaul Falah, yang terletak di dusun Tambilung desa Sukaoneng kecamatan Tambak Bawean, khususnya di kelas Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) tempat Sholihan selama ini ditempa, metode sorogan lebih ditekankan pada setiap santri.
“Untuk kitabnya disini lebih ditekankan metode sorogan, “tarang Ust Abd Wahid,salah seorang guru kitab di MBI Ponpes Mambaul Falah, Minggu (28/05/2017)

Pria yang akrab disapa ustadz Wahid ini menjelaskan metode sorogan merupakan salah satu cara pembelajaran kitab kuning yang lebih menuntut para santri untuk lebih mandiri, baik dalam mencari kosa kata atau makna serta kedudukan masing-masing kalimat menurut tinjauan ilmu alat nahwu dan sarof.

“Satu persatu semua santri harus ikut sorogan pada ustadznya masing-masing, mereka harus bisa membaca sendiri, memaknai, serta menjelaskannya, sementara ustadz atau gurunya mengoreksi jika ada kesalahan, “imbuhnya.

Direktur MBI Mamabul Falah, Ustadz Ali Subhan menambahkan selain metode sorogan, para santri juga diwajibkan mengikuti forum diskusi dan bahsul masail yang dilaksanakan secara berkala. Biasanya forum diskusi ini dilakukan apabila pelajaran kitab kuning sudah mencapai satu bab tertentu.
Melalui diskusi ini, lanjut Ustadz Ali akan diketahui berapa daya serap santri terhadap pelajaran kita kitab yang sudah dipelajari sebelumnya.

Sedangkan bahsul masail sebagai wadah para santri untuk mencari masalah-masalah hukum sekaligus mencari jawabannya melalui kitab-kitab yang sudah dipelajarinya.
“Selain mengaji dengan metode sorogan, masih ada lagi bahsul masail dan forum diskusi, sebagai ajang eveluasi, di situ akan diketahui apakah para santri betul-betul sudah menguasai materi atau tidak “jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sholihan santri asal Ponpes Mambaul Falah Bawean berhasil menjadi juara dalam babak penyisihan dan semi final lomba kitab kuning yang digelar oleh DPP Garda Bangsa. (abr)