Pendidikan Gresik Raih Penghargaan Standar Pelayanan Minimal

Wabup Gresik Moh. Qosim saat menerima penghargaan bidang pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah pusat melalui Dirjen Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad memberikan apresiasi berupa penghargaan bidang pendidikan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik.

Penghargaan itu diberikan dalam kegiatan dialog nasional bertajuk “Program Peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas)” di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menjadi salah satu pembicara. Ia menilai penghargaan yang diberikan sebagai sebuah prestasi di bidang pendidikan Pemerintah Kabupaten Gresik yang harus terus dipertahankan.

“Kami harap prestasi ini dapat memotivasi agar dinas Pendidikan Gresik konsisten dalam program peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar” ujar Qosim kepada Kabag Humas dan protokol Pemkab Gresik Suyono, Selasa (21/11/2017) di kantornya.

Menurut Suyono, saat dialog nasional kemarin, Wabup Qosim memaparkan berbagai hal tentang kiprahnya saat menjalani profesi sebagai pendidik. Qosim juga menjelaskan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama pengusaha di Gresik.

“Kami berhasil mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan serta berbagai sarana dari beberapa perusahaan di Gresik,” ungkap Qosim.

Keadaan ini sempat mebuat beberapa perwakilan dari berbagai kabupaten kota di Indonesia banyak mengajukan pertanyaan tentang cara-cara mendekati pengusaha. Qosim menjelaskan cara yang dilakukan sehingga mendapat bantuan bis sekolah, buku perpustakaan serta bantuan lain.

“Caranya harus mengikutsertakan dunia usaha yang ada di wilayah masing-masing. Misalnya dengan pengadaan sarana dan prasarana serta berbagai bantuan yang dibutuhkan untuk perkembangan dunia pendidikan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Mahin menyatakan, berbagai langkah sudah dilakukan sejak lima tahun terakhir. Hal ini seperti yang diinginkan pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, yakni menerapkan standard pelayanan minimal untuk Dikdas dari implementasi 27 indikator tingkat SD/MI, 14 Indikator SMP/MTS, dan 13 indikator tingkat satuan sekolah.

“Beberapa indikator itu misalnya gurunya cukup atau tidak, kapasitas kemampuan guru memenuhi standar tidak, aspek fasilitas, kecukupan ruang kelas, ketersediaan buku,” kata Mahin.

Dia menambahkan, program ini bertujuan meningkatnya kapasitas pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota secara merata dan manajemen di tingkat sekolah/madrasah dalam pencapaian SPM. (sdm/as)

No Response