Siswa SD Gresik Harumkan Nama Bangsa di Ajang WCF Korsel

0
1,151 views
Para pelajar SD Indonesia dominasi perolehan medali dalam perhelatan World Creativity Festival (WCF) di Korea Selatan
Para pelajar SD Indonesia dominasi perolehan medali dalam perhelatan World Creativity Festival (WCF) di Korea Selatan.

BeritaGresik.com – Pelajar SD dari beberapa daerah di Tanah Air berhasil membawa pulang hadiah utama medali emas dalam ajang World Creativity Festival (WCF) 2015 yang diselenggarakan di wilayah Daejeon, Korea Selatan (Korsel).

Indonesia mengirim empat tim yang terdiri dari delapan siswa SD. Medali emas diraih tim pasangan siswa SDN 2 Sidokumpul Gresik Jawa Timur Eriezzha Arriefqi Hidayat dan Salsa Bila dari SDN Lenteng Agung II Pagi Jakarta Selatan.

Medali perak diraih G Viola AT Tambunan dari SDK BPK Penabur, Jakarta dan Fikri Rifai dari SDN 1 Randegan, Jawa Tengah (Jateng). Total Tim WCF SD ini berhasil membawa 1 grand prize medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

“Jika melihat pekembangan. Ini merupakan kesempatan baik bagi tim WCF SD kita dari sebelumnya,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Dasar Wowon Widaryat saat penyambutan tim WCF SD di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa, (20/10).

Erriezzha Arriefqi Hidayat bersama keluarganya saat menemui Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2010-2015, Sambari Halim-Moh. Qosim sebelum berangkat ke ajang WCF Korsel, Senin (14/9/2015).
Erriezzha Arriefqi Hidayat bersama keluarganya saat menemui Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2010-2015, Sambari Halim-Moh. Qosim sebelum berangkat ke ajang WCF Korsel, Senin (14/9/2015).

Sementara itu, Eriezzha mengatakan, timnya menang dan membawa pulang grand prize medali emas karena melakukan perpaduan yang baik antara seni wayang modern dengan mengunakan narasi yang menyertakan robot.

“Agak susah karena kita baru dilatih tiga hari dan langsung pentas di Korea. Apalagi harus berkolaborasi untuk memainkan wayang modern,” kata Eriezzha.

Dia menjelaskan, jalan cerita yang dibawakan timnya terkait pertunjukan modern wayang berkisah soal sejarah Buto Ijo dikembangkan dalam cerita pendek maksimal delapan menit. Ceritanya menyertakan robot.

“Misalkan suatu hari Aa Buto Ijo, berjalan dari desa, mau balas dendam ke Arjuna. Tiba- tiba menemukan sebuah gua, dan di dalamnya ada robot tahun 3030. Robotnya tidak menyangka kalau itu Buto Ijo,” pungkasnya. [as]