Di Tangan Pelajar Gresik, Rumput Ilalang Ampuh Basmi Nyamuk

0
1,034 views
Tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Trate Gresik mampu menjadikan rumput ilalang sebagai obat nyamuk elektrik. (Foto: BG/Wan)
Tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Trate Gresik mampu menjadikan rumput ilalang sebagai obat nyamuk elektrik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Selama ini rumput ilalang sebagai tumbuhan liar, kerap di anggap banyak orang sebagai tumbuhan pengganggu yang tak bermanfaat.

Namun, di tangan tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Trate Gresik, Jawa Timur, alang-alang tersebut bisa bermanfaat sebagai obat pembasmi nyamuk dengan sistem elektrik.

Selain dengan ilalang, ketiga siswi bernama Rosyi Nur Firdausi, Hazinatut Daulah, dan Silvana Mutiastika itu juga memanfaatkan tepung tapioka sebagai bahan campuran obat.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Sebelum digunakan, rumput ilalang itu dikeringkan di bawah sinar matahari selama 7-8 jam. Setelah cukup kering, alang-alang tersebut dihaluskan dengan blender hingga menyerupai serbuk.

Serbuk ini kemudian dicampur dengan air dan dimasak di dalam panci selama kurang lebih 10 menit sambil ditambahkan dengan tepung tapioka.

“Setelah tercampur menjadi satu semuanya, kami cetak dalam plat yang biasa digunakan untuk menyablon, lalu kembali dijemur di bawah sinar matahari,” kata Ela, sapaan Daulah, Kamis (20/10/2016).

Setelah kering, lembaran ilalang tadi dipotong kecil-kecil sesuai ukuran obat nyamuk elektrik. Obat nyamuk ini telah diuji dalam kotak kaca berukuran 10 x 15 x 10 sentimeter yang berisi 20 ekor nyamuk.

Dalam pengujian tersebut, semua nyamuk mati dalam waktu 30 menit. Sama halnya seperti bahan obat nyamuk elektrik yang beredar di pasaran, bedanya obat nyamuk karya ketiga siswi ini tidak mengeluarkan asap ataupun bau yang berbahaya bagi pernapasan.

“Hanya memang saat diuji coba di ruangan kamar yang lebih besar, reaksinya agak lebih lama,” terang Silvana.

Silvana mengklaim obat nyamuk buatannya bisa bertahan lebih lama dibanding obat nyamuk pada umumnya di pasaran. Obat buatan mereka bisa digunakan terus-menerus hingga dua hari, sementara yang di pasaran hanya satu hari.

Atas hasil karya ini, ketiga siswi itu mendapat penghargaan sebagai pemenang kedua dalam National Creativity Competition (NCC) yang diselenggarakan SMA Darul Ulum, Jombang, pekan lalu.

“Karya mereka yang dipertandingkan dalam NCC kemarin, yang diikuti puluhan tim dari banyak SMP/MTs di Indonesia, hanya kalah dari konsep tim asal Kudus yang mengusung konsep pengurai asap rokok,” kata guru pembimbing, Muhammad Faiq Rofiqi (33).

Kini mereka bersiap menguji hasil karya tersebut lebih lanjut di laboratorium resmi. Saat ini, karya ketiga siswa itu masih dalam tahap penyempurnaan untuk nantinya dikomersilkan di pasaran. (wan)