Cegah Kenakalan Remaja, IPG Ajak Siswa Pengajian

0
600 views
Para siswa ikut pengajian yang figelar IPG. (Foto: BG/Wan)
Para siswa ikut pengajian yang figelar IPG. (Foto: BG/Wan)

BetitaGresik.com – Maraknya aksi kekerasan dan kenakalan yang terjadi di kalangan siswa di Kabupaten Gresik akhir-akhir ini, membuat perkumpulan ibu-ibu yang tergabung dalam Islamic Parenting Gresik (IPG) menggagas acara ceramah agama untuk para siswa SMU.

Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, agenda tausiyah digelar di Masjid Agung Gresik, yang berada di Desa Sumber, Kecamatan Gresik, Rabu (20/4/2016).

“Melihat perkembangan para pelajar saat ini, membuat kami para orang tua menjadi cukup khawatir. Makanya kami ajak MUI dan Dispendik untuk terlibat dalam acara ini, dan mereka mendukung penuh,” kata pimpinan IPG Nur Hayati.

Mengacu pada tema ‘Motivasi Spiritual Remaja’, para anggota berpesan kepada ustad yang menyampaikan ceramah, agar memberikan tambahan wawasan kepada siswa seputar kenakalan remaja dan bahaya yang diakibatkannya.

“Kepada ustad Ahmad Rifai Hatala, sebelum acara kami memang sudah pesan, untuk memberikan ceramah seputar perbaikan moral bagi remaja. Ini untuk perkembangan mental pelajar selanjutnya, agar bisa tertata lebih baik,” jelasnya.

Acara ini diikuti sebanyak 1200-an siswa, yang berasal dari 14 SMU/SMK di Kabupaten Gresik. Sebelum acara digelar, Kepala Dispendik Gresik Mahin, sempat menginstruksikan kepada semua SMU/SMK untuk terlibat dalam agenda ini.

“Sebenarnya tujuan kami adalah, para siswa kelas 12. Tapi karena selepas Unas (Ujian Nasional) para siswa kelas 12 sudah tidak lagi dalam pengawasan pihak sekolah, maka yang hadir dalam acara ini para siswa kelas 11 dan 10,” beber Nur Hayati.

Kadispendik Kabupaten Gresik, Mahin, mengapresiasi dilaksanakannya acara ini. Menurut dia, acara ini cukup membantu kinerja para pendidik di sekolah dalam menata mental siswa.

“Agenda seperti ini cukup positif. Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan ini, agar mental serta kelakuan siswa bisa menjadi baik dan terarah,” tutur Mahin.

Beberapa waktu lalu, Kabupaten Gresik sempat digegerkan oleh aksi sekelompok pelajar putri yang diduga geng sekolah. Mereka mengeroyok dan menganiaya siswa putri dari sekolah lain. (wan)