Bus Sekolah di Gresik Masih Untuk Kawasan Pinggiran

0
305 views

IMG_20160327_143608

BeritaGresik.com – Harapan para siswa di kawasan Kota Gresik untuk mendapat layanan bus sekolah nampaknya masih cukup lama terwujud. Sebab, Dinas Pendidikan Pemkab Gresik masih fokus melayani bus sekolah untuk kawasan pinggiran.

Saat ini ada lima unit bus sekolah yang sudah dioperasikan di Gresik sejak beberapa waktu lalu. Semuanya melayani antar jemput siswa di kawasan pinggiran.

“Dari evaluasi yang dilakukan, semua berjalan lancar dan sangat efektif melayani para siswa,” kata Mahin, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Kamis (14/7/2016).

Lima unit bus itu beroperasi di wilayah selatan dengan rute meliputi Legundi (SDN 3 Krikilan) – Krikilan (SDN 1 Krikilan) – Sembung (SDN 1 Driyorejo) – Sumput (SMK YPM 5) – Driyorejo (SDN 1 Driyorejo) – Cangkir (Puskesmas Driyorejo/Polsek Driyorejo) – SMP 1 Driyorejo – Kantor Desa Temaru – SMKN 1 Driyorejo.

Serta rute Gresik Utara, yakni Lowayu/Sumurber – Mentaras Petung/Ima’an – Sambogunung/Sukorejo – Pertigaan Lasem – Kertosono (Pilang) – Beruagung – Golokan – Alun-alun Sidayu – SMAN 1 Sidayu.

“Sekarang ini, kebutuhan bus untuk wilayah pinggiran juga masih kurang. Setidaknya masih butuh enam unit bus lagi untuk melayani daerah-daerah di kawasan pinggiran Gresik,” sambung Mahin.

Pihaknya mengaku sudah mengajukan ke Bupati Gresik untuk pengadaan bus guna melayani antar jemput siswa di daerah Wringin Anom, Balongpanggang, dan Cerme, yang merupakan kawasan selatan. Serta Sedayu, Dukun, dan Panceng untuk wilayah Utara.

“Jadi, kalau ada pengadaan bus lagi masih kita fokuskan untuk melayani kawasan pinggiran. Belum mengarah ke pelayanan untuk siswa di kawasan kota. Kan di kota banyak fasilitas angkutan umum, sehingga bisa belakangan mendapat layanan bus sekolah,” imbuhnya.

Seperti lima bus yang sudah beroperasi, semua merupakan sumbangan dari CSR beberapa perusahaan di Gresik, pengadaan bus baru lagi juga sepertinya masih berharap dari CSR. Sebab, belum ada anggaran dari APBD Gresik yang dialokasikan untuk pengadaan bus sekolah.

Muntarifi, Ketua Komisi D DRPD Gresik menyebut bahwa Dewan juga masih sulit untuk bisa meloloskan anggaran pembellian bus sekolah. Alasannya sama, sekarang masih fokus menggarap pendidikan gratis di Kota Pudak.

Untuk itu, Dewan bakal berembuk dengan dinas pendidikan untuk membahas persoalan ini.

“Mungkin bisa mencari dari CSR perusahaan di Gresik. Kami bisa membantu menyarankan agar CSR disalurkan untuk memenuhi kebutuhan bus sekolah yang dirasa cukup penting untuk meminimalisir angka kecelakaan pelajar di Gresik,” ujarnya. (wan)