Wabub Qosim: Pelaksanaan UN Harus Utamakan Kejujuran

0
438 views
Sebanyak 126 panitia dan pengawas Ujian Nasional (UN) 2016 menandatangani pakta integritas usai dilantik di Aula kantor Dinas Pendidikan Gresik, Rabu (16/3/2016).
Panitia dan pengawas UN 2016 menandatangani pakta integritas usai dilantik di Aula kantor Dinas Pendidikan Gresik, Rabu (16/3/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Sebanyak 126 panitia dan pengawas Ujian Nasional (UN) 2016 di Kabupaten Gresik diambil sumpahnya usai dilantik Wakil Bupati Gresik M. Qosim di Aula kantor Dinas Pendidikan Gresik, Rabu (16/3/2016).

Selain disumpah, mereka juga diminta untuk menandatangani naskah pakta integritas. Dalam kesempatan itu, M. Qosim menekankan agar panitia dan pengawas UN lebih mengedepankan kejujuran dalam pelaksanaan UN 2016.

“Ujian Nasional merupakan umpan balik untuk mengevaluasi program pendidikan kita. Selanjutnya kita bisa selalu memperbaiki lewat percontohan pendidik kepada siswa,” kata Qosim usai melantik 126 panitia dan pengawas UN.

Pada Ujian Nasional tahun 2016, lanjut Qosim, sebanyak 26 lembaga sekolah di Gresik dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jumlah itu meningkat dibandingkan 2015, yang hanya dilaksanakan lima sekolah.

Terkait pelaksanaan UNBK, Kepala SMA Negeri Gresik Suswanto melalui Kabag Humas Suyono menyatakan, tahun ini sekolah di Gresik lebih siap dibanding tahun sebelumnya. Baik kesiapan siswa maupun sarana dan prasarana yang ada.

“Kalau tahun lalu kami masih sewa computer, untuk tahun ini computer sudah milik kami sendiri yaitu sejumlah 121 unit,” papar Suswono.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, untuk tahun 2016 jumlah peserta UN di Kabupaten Gresik mencapai 35.213 dari 56 lembaga sekolah setingkat SMP dan SMA.

Masing-masing untuk tingkatan, seperti SMP 10.932 peserta, MTS 8.024 peserta, SMPLB 9 peserta, dan paket B 577 peserta. Untuk tingkat SMA sebanyak 5.562 peserta, MA 3.897 peserta, SMALB 14 peserta, SMK 5.154 peserta dan paket c 1.044 peserta.

“Kesiapan pelaksanaan UN, baik dari basis paper maupun computer, pihak kita sudah siap. Mulai dari verifikasi lembaga sekolah yang melaksanakan UN dengan basis computer misalnya,” kata Mahin, Kepala Dinas Pendidikan Gresik. (wan)