Ratusan Anak di Gresik Ikuti Lomba Menggambar

0
699 views
(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Ratusan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Gresik tampil dalam lomba menggambar. Acara ini digelar dalam rangka menjelang peringatan Hari Ibu.

Kegiatan ini diharapkan lebih meningkatkan kedekatan antara pelajar usia dini dengan orang tua pendamping. Selain itu, juga untuk uji keberanian bagi anak-anak PAUD dalam pentas seni dan kreasi menggambar.

Lomba mewarnai ini merupakan uji keberanian dan kreativitas anak- anak dalam berimajinasi serta menuangkan kreasinya, terutama dalam menggambar. Dengan begitu, kerjasamanya dengan orang tua diharapkan bisa tetap terjalin.

Tak hanya itu, mereka dituntut berani mengekpresikan ingatan pada anak yang dituangkan pada lukisan. Acara ini digelar di Wahana Ekpresi Poesponegoro (WEP) di jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Senin (14/12/2015).

Ketua Ikatan Guru Kelompok Bermain Muslimat (IGKBM) Nahdlatul Ulama Gresik, Uswatul Iffah mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan program tahunan, tepatnya menjelang peringatan Hari Ibu.

“Sekarang ini keempat kalinya, yang diikuti 141 lembaga kelompok bermain Muslimat se-Kabupaten Gresik. Tiap lembaga diwakili lima peserta. Secara keseluruhan yang ikut lomba menjelang Hati Ibu ini berjumlah 630 peserta,” terangnya.

Iffah menambahkan, program tahunan kali ini sengaja di majukan, karena menyesuaikan kalender pendidikan yang sarat. Pada puncak acara, kolaborasi ibu dan anak yang mengikuti lomba lukis akan diberi piagam dan piala bagi 10 pelukis terbaik.

“Kita beri piagam dan piala bagi 10 pelukis terbaik. Untuk juri kita datangkan khusus, mereka adalah Kak Safiq dan Kak Komang. Mereka itu sudah pada tahu,” tambahnya.

Terlihat mereka ini menggambar sesuai dengan apa yang dirasakan pada diri anak. Meski peran orang tua yang mayoritas seluruhnya Ibu sangat dominan, namun para pelajar cilik ini juga antusias menuangkan imajinasinya.

“Serasa mengungkapkan hubungan emosional antara saya dan anak saya, rasanya tidak ingin selesai saja melukiskan kasih sayang seorang Ibu ke anak. Mudah-mudahan anak saya bisa mengerti kelak akan kasih sayang Ibu nya,” jelas salah satu Ibu. (wan)