Dana BOS Puluhan Ribu Siswa Madrasah di Gresik Nyantol

0
12 views
Ilustrasi

BeritaGresik.com – Puluhan perwakilan kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Gresik mendatangi kantor DPRD Gresik, Kamis pagi (14/9/2017). Mereka datang untuk meminta dukungan DPRD supaya dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) cair seratus persen dalam termen kedua tahun ini.

Juru bicara Guru Madrasah se Kabupaten Gresik Nur Cholis Mansur menyebutkan, para kepala madrasah yang datang ke kantor DPRD Gresik saat itu berjumlah sekitar 30 kepala sekolah MI. Mereka tersebar di berbagai kecamatan di Gresik.

“Kita datang ini untuk curhat kepada anggota Dewan bahwa saat ini uang BOS atau Bantuan Operasional Siswa di semua sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Gresik hanya cair 27 persen dari jumlah yang semestinya,” ungkap Nur Cholis.

Dia menjelaskan, mengacu pada aturan pemerintah, bahwa satu siswa di tingkat madrasah mendapatkan bantuan dana BOS dari APBN sebesar Rp 800.000. “Sementara madrasah se Kabupaten Gresik berjumlah 365 lembaga,” ujarnya.

Pencairan dana BOS madrasah dibagi dua kali. Pencairan pertama pada Januari hingga Juni 2017. Sementara bulan Juli hingga Desember pencairan tahap kedua.

“Lah, yang tahap kedua inilah yang bermasalah, kenapa kok tidak dicairkan seratus persen, kok hanya 27 persen. Ada apa ini?” tanya kepala madrasah lainnya terheran-heran.

Ahmad, guru madrasah di wilayah Gresik selatan juga mempertanyakan alasan dana BOS di Gresik tidak cair seratus persen. Padahal, dana BOS madrasah di daerah lain cair hingga seratus persen, seperti di Kabupaten Lamongan dan kabupaten lain.

Sementara di Gresik, dari 365 sekokah ternyata hanya dana BOS di dua sekolah yang cair 100 persen, yakni MI Sabilulhuda Menganti, serta MI Annur Kecamatan Drigirejo. Kedua madrasah itu jumlah siswanya sama-sama hanya 14 siswa.

Waktu datang ke DPRD, ada guru yang menunjukkan bukti pencairan hanya 27 persen. Dana yang seharusnya masuk ke rekening sekolah sebesar Rp 51 juta, tapi ternyata hanya Rp 16 juta yang cair.

“Gimana guru menutupi kebutuhan proses belajar mengajar, sementara dana BOS tidak cair seratus persen. Baru kali ini terjadi seperti ini. Dana BOS dicairkan Bos,” katanya penuh harap.

Di kantor DPRD Gresik, rombongan para kepala MI diterima oleh anggota komisi yang membidangi pendidikan, salah satunya Khairul Huda dari Fraksi PPP. Ia berjanji pihaknya akan bantu para kepala sekolah MI dalam memperjuangkan dana BOS.

“Ini pasti ada masalah yang membuat dana BOS dari pusat tidak cair seratus persen. Kita siap mendampingi mereka yang rencananya akan ke Jakarta dalam waktu dekat ini, untuk menanyakan masalah hak siswa yang berupa dana BOS MI di Gresik,” ujar Huda, politisi asal Kecamatan Manyar. (amn)