Perpustakaan di Gresik Ini Masuk Kandidat Terbaik Jatim

Tim juri dan Wabup Gresik Moh. Qosim saat mengunjungi Perpustakaan Cahaya Dunia di Tlogopatut, Kecamatan Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Meski ada di tingkat kelurahan, Perpustakaan Cahaya Dunia di Tlogopatut, Kecamatan Gresik, ini patut mendapat acungan jempol. Selain dilengkapi koleksi 1456 judul buku, perpustakaan ini juga punya empat unit koleksi digital sumbangan pihak swasta.

Hal inilah yang membuat perpustakaan yang berada di Kelurahan Tlogopatut Gresik ini masuk sebagai kandidat perpustakaan terbaik Jawa Timur 2019.

Itu diketahui usai tim penilai yaitu penjabat dan pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur Agus Samiaji dan Sri Wahyu Hastarini berkunjung ke Perpustakaan Cahaya Dunia di Jl. Dokter Sutomo Gresik, Jum’at (10/5/2019).

Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Siti Jaiyaroh dan Camat Gresik Purnomo. Mereka sekaligus mendampingi tim juri dari Pemprov Jawa Timur berkeliling dan melihat-lihat koleksi buku di sana.

Dalam kesempatan itu, tim juri juga diantar oleh Wabup Qosim untuk melihat langsung kreasi para ibu-ibu PKK Kelurahan setempat dalam membuat kerajinan yang dipraktekkan usai membaca buku di perpustakaan.

Dalam kesempatan itu, Agus Samiaji mengatakan, bahwa perpustakaan yang baik itu bukan hanya mampu menarik minat baca, tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Misalnya koleksi buku-buku tersebut selain mencerdaskan masyarakat pembaca, juga dapat memberikan nilai tambah pengetahuan tentang kearifal lokal setempat,” ujarnya.

Menurut Agus, setelah lolos seleksi administrasi, perpustakaan di Kelurahan Tlogopatut tersebut akan masuk 10 besar dari 38 kabupaten kota se-Jawa Timur.

“Selain memeriksa administrasi, kami akan melihat langsung dan banyak berdiskusi dengan pengelola perpustakaan serta masyarakat pengguna perpustakaan. Utamanya pada ibu PKK Kelurahan Tlogopatut,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim meminta kepada tim juri yang juga merupakan juri nasional itu agar memberikan masukan saat berdiskusi dengan pihak pengelola perpustakaan.

“Tolong kami di kritik dan juga diberi masukan agar kami selalu dapat memperbaiki. Bagi kami juara itu penting, namun yang lebih penting adalah terus memperbaiki diri agar lebih bermanfaat,” imbuhnya. (sdm/as)

No Response