UNBK di Pulau Bawean Diwarnai Listrik Padam

0
107 views
Pelaksanaan UNBK di SMAN Sangkapura Bawean Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Pelaksanaan Ujian Nasioanal Berbasis Komputer (UNBK) di Pulau Bawean Gresik, Selasa (11/4/2017) sempat diwarnai listrik padam pada pukul 10.00 Wib hingga pukul 10.30 Wib. Akibatnya, UNBK hari kedua untuk pelajaran matematika molor sekitar 30 menit.

Gangguan listrik padam itu salah satunya dialami peserta UNBK di SMA Nengeri 1 Sangkapura. Sehingga para siswa hanya duduk santai di halaman kelas masing-masing sambil menunggu lampu menyala.

“Lampunya mati, mungkin ada gangguan teknis, dan seharusnya sekarang sudah mulai,” keluh Audini, salah seorang siswi SMA Negeri Sangkapura.

Selain terganggu dengan kejadian listrik padam, para peserta UNBK di SMAN Sangkapura juga mengeluhkan lambatnya jaringan internet, sehingga mengakibatkan lambatnya loading dan pengerjaan soal ujian. “Pekasanaan UNBK di sekolah kami insyaallah sangat siap, tetapi yang sering jadi kendala lambatnya jaringan internet,” tandas Elma.

Keluhan siswa itu juga diamini oleh Afandi, kepala sekolah SMAN 1 Sangkapura. Untuk mengantisipasi listrik padam, pihaknya sudah menyiapkan genset cadangan, sehingga bila terjadi pemadaman lampu yang cukup lama masih bisa mengikuti UNBK menggunakan genset cadangan.

“Sebenarnya kami sudah menyiapkan genset cadangan untuk berjaga-jaga, tadi saya hubungi pihak PLN katanya pemadaman ini sebentar lagi nyala,” terang Afandi.

Afandi sendiri justru mengeluhkan lambatnya jaringan internet yang disediakan oleh PT Telkom sehingga seringkali mengalami kendala pada saat sinkronisasi server.

“Kami sangat menyayangkan lambatnya jaringan internet, kayak kemarin kami sampai berkali-kali melakukan sinkronisasi server karena lambat,” imbunya.

Terkait persiapan siswa dalam mengikuti UNBK, Afandi mengaku pihaknya sudah mempersiapkan sejak satu tahun sebelumnya. Misalnya dengan cara membeli aplikasi yang menyerupai UNBK sebagai latihan siswa.

Dengan demikian, anak didiknya akan terbiasa ketika dihadapkan pada soal-soal ujian yang bersis online seperti sekarang ini. “Kalau siswa sendiri saya kira sudah sangat siap untuk mengikuti UNBK, kami sudah persiapkan dengan ulangan harian, ujian Sekolah, ulangan semester, UAS dan uji coba UNAS 1 dan 2, bahkan sudah membeli aplikasi penunjung UNBK, “pungkasnya.

Untuk diketahui pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA di Pulau Bawean Sub Rayon 12 Rayon 10 tahun ini diikuti sebanyak 298 peserta. Terdiri dari SMA Negeri 1 Sangkapura 218 peserta, SMA Islamiyah Tambak 55 peserta, SMA Umar Mas’ud 23 peserta dan SMA Muhammadiyah 2 sebanyak 2 siswa. (abr)