STIT Raden Santri Bawean Kini Miliki Gedung Baru

0
704 views
Tasyakuran gedung baru STIT Raden Santri Gresik Kampus II Bawean. (Foto: Istimewah)
Tasyakuran gedung baru STIT Raden Santri Gresik Kampus II Bawean. (Foto: Istimewah)

BeritaGresik.com – Setelah menunggu selama 26 tahun sejak dibuka di Pulau Bawean, akhirnya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik kampus II Bawean punya gedung sendiri.

Acara do’a bersama dalam rangka akan menempati bangunan baru ini diisi dengan Istiqosah yang dipimpin oleh KH. Nasir Maktub dan do’a bersama yang dipandu KH. Hazin Zainuddin, Kamis (7/4/2016).

Penggunaan gedung baru juga disertai pemberian santunan kepada beberapa anak yatim dari keluarga yang tinggal di Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura atau warga sekitar kampus baru ini.

Acara ini digelar di halaman kampus II ysng baru dibangun tersebut. Hadir dalam kesempatan itu para mahasiswa, para dosen, para kiai, tokoh masyarakat, perwakilan alumni, serta sejumlah anak yatim.

Kegiatan ini dipandu oleh R. Abd. Azis yang merupakan dosen terbang. Dia juga merupakan salah satu dosen senior di lingkungan STIT Raden Santri Gresik kampus II Bawean.

Pembacaan ayat suci Alquran dalam acara itu dilantunkan ustad Nasiruddin dari desa Daun. Dia termasuk salah satu alumni STIT Raden Santri Gresik yang sekarang menjadi guru PNS di lingkungan kantor Kemenag.

Setelah selesai Istiqosah, Ketua Panitia Pembanggunan Kampus HM. Hanafiah dalam laporannya mengatakan, bahwa kampus baru ini telah selesai dibangun dalam rencana tahap pertama yang memakan waktu selama kurang lebih 1,5 tahun.

Sampai saat ini pembangunan kampus telah menelan biaya sekitar Rp 1,3 miliar. Karena sekarang ini baru selesai pembangunan rencana tahap pertama, maka acara hari itu disebut tasyakuran pembaggunan untuk tahap pertama.

Menurut dia, acara itu bukan peresmian. “Jadi tidak ada istilah penyerahan kunci karena kita masih mengharapkan sesegera mungkin terwujudnya kembali pembanggunan berikutnya,” ujarnya.

Kedepan, Hanafiah berharap kampus II tersebut menjadi kampus yang ideal, dimana kelengkapan sarana dan prasarana nantinya sama seperti kampus-kampus swasta lainnya di Pulau Jawa.

Disamping itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mebantu terwujudnya kampus yang megah ini, yang sementara ini baru terbangun sebanyak 6 ruang belajar dalam bentuk dua lantai.

Donatur yang dimaksud selain modal awal dari yayasan, operasional pemasukan kampus sendiri, juga berasal dari para mahasiswa, para dosen, para alumni, para tokoh masyarakat, juga para perusahaan dan individu lainnya.

Pembanggunan berikutnya diharapkan juga ada bantuan yang lebih besar, baik itu dari pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat maupun pihak lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Keuangan STIT Raden Santri Gresik Abd. Munif mengaku sangat gembira dan bangga dengan terwujudnya Kampus baru STIT Raden Santri Gresik Kampus II Bawean.

Menurut dia, pembangunan kampus II ini terwujud karena perjuangan, sumbangan, serta do’a semua pihak. Dia menceritakan sejarah keberadaan STIT Raden Santri Gresik selama 26 tahun di Bawean.

Munif menyebutkan, sampai sekarang alumni STIT Raden Santri di Bawean jumlahnya mencapai 1500 orang lebih. Mereka bekerja di berbagai lembaga atau satuan pendidikan yang ada di Bawean. (Fanoi)