Pelajar MINU Trate Putri Milih Kepala Madrasah Layaknya Pilkada

0
123 views
Pemilihan kepala madrasah MINU Trate Putri, Gresik, digelar layaknya Pilkada. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Sebanyak 250 pelajar yang duduk di kelas empat, lima dan enam MINU Trate Putri, Gresik, turut dilibatkan dalam simulasi Pemilihan Kepala madrasah yang diselenggarakan layaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Sabtu (11/3/2017).

Mereka dilibatkan mulai dari tahapan pencalonan, kampanye, pemilihan, penghitungan suara, pengawasan, dan tahapan lainnya seperti halnya dalam tahapan pemiliha di Pilkada yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Seneng banget, karena yang sebelumnya hanya tahu dari orang-orang dan lihat di televisi. Kini bisa jadi tahu, dan malahan praktek langsung,” ujar salah satu siswi MINU Trate Putri Sayyidatina Fatimah As Zahro (11) di sela-sela acara pemilihan.

Hal senada diungkapkan oleh Intan Syifa Humaira (11), yang kini duduk di bangku kelas enam. Dia menilai, acara pemilihan kepala madrasah ini cukup membantu dirinya dalam pengetahuan politik yang selama ini belum begitu ia pahami.

“Dengan acara ini, saya kini menjadi tahu bagaimana proses pemilihan. Jadi kalau nanti dinyatakan sudah cukup umur dan mempunyai hak pilih, saya tidak akan bingung lagi saat berpartisipasi mengikuti Pilkada,” tutur Intan.

Para siswi pun merasa mendapatkan ilmu sekaligus hiburan dalam agenda tersebut. Pasalnya, banyak cerita dan kejadian lucu yang sempat terjadi dalam pelaksanaan acara, yang membuat para siswi maupun guru tertawa terbahak-bahak. Salah satunya pada tahapan penyampaian visi dan misi dari calon yang ditunjuk, yang terlihat masih grogi dan malah sempat bingung saat berada di atas panggung.

“Sepertinya ada yang lupa dengan teks yang sudah dipelajarinya, jadi malah terlihat lucu. Tapi nggak apa-apa, selain dapat ilmu, kami juga dapat hiburan,” sahut Sakha Ibnati Rania (12), yang kini juga duduk di kelas enam MINU Trate Putri.

Tak sekedar asal mempraktekkan, namun ada para siswi yang berperan sebagai unsur pengamanan saat berlangsungnya pilkada dengan mengenakan seragam Kepolisian, TNI, maupun Hansip.

“Mumpung sedang lagi hangat-hangatnya Pilkada di beberapa daerah saat ini, kami mempunyai inisiatif untuk membuat acara ini. Dengan tujuan, pembelajaran politik bagi anak sejak usia dini. Namun formatnya bukan Pilkada, melainkan Pemilihan Kepala Sekolah yang dibuat mirip dengan Pilkada,” tutur Kepala Sekolah MINU Trate Putri, Purwanto.

Kebetulan juga pada momentum kali ini, di lingkup Yayasan PP NU Trate juga sedang dilakukan proses Pemilihan Kepala Sekolah, baik di tingkatan MI, Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Ini kami anggap tepat sasaran, karena selain proses belajar-mengajar secara konvensional juga ada yang namanya CTL (Contextual Teaching and Learning), yang menuntut pendekatan pembelajaran dengan menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan PP NU Trate M.E. Elvi Wahyudi mendukung penuh langkah yang dilakukan salah satu unit pendidikan yang ada di bawahnya. Kegiatan itu dikatakan sebagai sarana untuk mengenalkan pendidikan politik sejak usia dini.

“Kami sangat mendukung untuk praktek pesta demokrasi ini, yang memang ditujukan sejak usia dini. Ini sebuah terobosan baru di lingkup kami, dan kami akan terus mendukung penuh karena ada manfaat cukup besar di dalamnya,” ucap Elvi Wahyudi.

Adanya simulasi pencoblosan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para siswa tentang arti berdemokrasi, toleransi, menghargai setiap pilihan orang lain ‎serta tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

“‎Saya rasa penting bagi anak didik kami untuk menghargai masing-masing pilihan orang. Ini yang sedang kami tanamkan kepada mereka dengan harapan, agar mereka bisa belajar dan memahami arti demokrasi yang sebenarnya. Sebab, sistem politik di negara kita kan menganut sistem demokrasi Pancasila,” pungkasnya.(wan)